Liputan6.com, Jakarta - Jaguar Land Rover (JLR) resmi menghentikan seluruh produksi kendaraan bermerek Jaguar dan Land Rover di China. Keputusan ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan lokalisasi produksi JLR di Negeri Tirai Bambu yang telah berlangsung selama sekitar 14 tahun.
Dilaporkan Carnewschina, jaringan dealer JLR di China dilaporkan sudah tidak lagi menerima pasokan kendaraan hasil produksi lokal mulai Juli 2026.
Advertisement
Langkah tersebut menjadi bagian dari perubahan strategi perusahaan untuk fokus pada merek baru, yakni Freelander, yang dikembangkan bersama Chery melalui perusahaan patungan Chery Jaguar Land Rover (CJLR).
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, performa bisnis kendaraan produksi lokal JLR di China terus menghadapi tekanan, baik akibat persaingan ketat dari produsen mobil listrik domestik maupun penurunan minat konsumen terhadap model-model yang diproduksi secara lokal.
Setelah menghentikan produksi model Jaguar dan Land Rover di China, fasilitas pabrik CJLR di Changshu akan difokuskan untuk memproduksi kendaraan elektrifikasi di bawah merek Freelander.
Model pertama yang akan diperkenalkan adalah Freelander 8, SUV berukuran besar yang dijadwalkan meluncur pada paruh kedua 2026.
Mobil ini mengusung teknologi elektrifikasi terbaru dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen China yang kini semakin mengutamakan kendaraan pintar dan ramah lingkungan.
Freelander sendiri bukan lagi sekadar nama salah satu model Land Rover lawas. Kini, nama tersebut dihidupkan kembali sebagai merek tersendiri yang lahir dari kolaborasi Chery dan Jaguar Land Rover.
Strategi Baru
Freelander 8 dibangun menggunakan platform elektrifikasi milik Chery dan akan tersedia dalam beberapa pilihan teknologi penggerak, mulai dari Battery Electric Vehicle (BEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Range Extender Electric Vehicle (REEV).
Sebelum resmi dipasarkan, SUV anyar tersebut juga telah diperkenalkan melalui sejumlah teaser yang memperlihatkan kabin modern dengan sistem infotainment berukuran besar serta berbagai fitur digital terbaru.
Strategi baru ini memperlihatkan perubahan pendekatan Jaguar Land Rover di pasar otomotif China.
Alih-alih mempertahankan produksi model global secara lokal, perusahaan kini memilih menghadirkan produk yang dikembangkan khusus sesuai karakteristik dan kebutuhan konsumen setempat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya JLR mempertahankan daya saing di pasar otomotif terbesar di dunia, yang kini semakin didominasi oleh produsen kendaraan listrik asal China.