Liputan6.com, Jakarta - Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia (Sovereign Credit Rating) di level BBB dengan outlook stabil, sehingga status Indonesia tetap berada pada kategori investment grade.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyambut positif keputusan tersebut karena dinilai mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Advertisement
Perry mengatakan capaian tersebut didukung oleh sinergi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia.
Ke depan, BI akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan.
Artikel mengenai afirmasi S&P ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.
Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Rabu (15/7/2026):
1. Bank Indonesia: Afirmasi S&P Jaga Kepercayaan Investor
Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia atau Sovereign Credit Rating di level BBB dengan outlook stabil. Keputusan ini menegaskan Indonesia masih berada dalam kategori investment grade, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.
Dalam laporan yang dirilis pada 13 Juli 2026, S&P menilai pelemahan sejumlah indikator fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara. Kondisi tersebut diperkirakan akan membaik seiring semakin jelasnya arah kebijakan pemerintah serta implementasi berbagai program ekonomi.
Outlook stabil juga mencerminkan keyakinan S&P bahwa penerimaan negara akan terus pulih pada tahun ini. Di sisi lain, pendapatan ekspor diperkirakan meningkat seiring membaiknya harga komoditas global.
Simak berita selengkapnya di sini
2. Hadapi Risiko Siber dan AI, OJK Tekankan Penguatan Tata Kelola
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya penguatan tata kelola dan manajemen risiko untuk menghadapi ancaman siber, penyalahgunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta ketidakpastian global yang semakin kompleks.
Komitmen tersebut menjadi fokus utama dalam Risk and Governance Summit (RGS) OJK 2026 yang mengusung tema "Future-Ready Governance for Sustainable Growth and National Prosperity".
Ketua Dewan Audit sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Issabella Watimena mengatakan bahwa tata kelola yang kuat menjadi kunci utama agar berbagai kebijakan pembangunan nasional dapat diwujudkan secara efektif menuju Indonesia Emas 2045.
Simak berita selengkapnya di sini
3. Harga Pangan 14 Juli 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp 53.950 per Kg
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang diatur Bank Indonesia merilis harga pangan terbaru untuk berbagai komoditas di pasar tradisional.
Berdasarkan pantauan data pada Selasa (14/7/2026), harga rata-rata cabai rawit merah dibanderol hampir Rp 55 ribu per kilogram (kg), tepatnya Rp 53.950 per kg.
Sementara itu, harga daging ayam ras segar berada pada angka Rp 35.250 per kg. Berikut adalah rincian harga per kategori komoditas pada Selasa pagi.