Liputan6.com, Jakarta - Rabanne resmi menunjuk Olivier Rousteing sebagai direktur kreatif baru. Desainer asal Prancis itu memulai tugasnya pada 6 Juli 2026 dan akan memperkenalkan koleksi pre-fall pada November mendatang, sebelum menggelar debut peragaan busananya di Paris Fashion Week pada Maret 2027.
Advertisement
Melansir WWD, Selasa (14/7/2026), penunjukan tersebut menandai babak baru bagi rumah mode milik Puig setelah berakhirnya kepemimpinan Julien Dossena yang berlangsung selama 13 tahun. Nama Rousteing identik dengan Balmain, tempat ia menghabiskan 16 tahun karier, termasuk 14 tahun sebagai direktur kreatif.
Selama memimpin rumah mode itu, ia dikenal berhasil memperluas pengaruh Balmain melalui media sosial, kolaborasi budaya pop, serta pendekatan desain yang berani. Kini, ia membawa pengalaman tersebut ke Rabanne, sebuah merek yang sejak lama ia kagumi karena semangat eksperimental dan keberaniannya menabrak pakem mode.
Ketertarikan Rousteing terhadap Rabanne ternyata bermula sejak masa kecil. Ia mengaku pertama kali mengenal karya Paco Rabanne saat berusia sekitar 12 tahun melalui sebuah dokumenter televisi yang menampilkan rancangan futuristis sang desainer.
"Aku ingat pernah berpikir, 'Apakah ini gaun, ataukah mereka pahlawan super?' Kalian tahu betapa aku menyukai pahlawan super," ujar Rousteing saat mengenang momen yang membuatnya terpukau oleh karya Paco Rabanne.
Kekaguman tersebut terus tumbuh sepanjang kariernya. Rousteing melihat Rabanne sebagai sosok yang berani menjadikan logam, PVC, dan material tak lazim sebagai busana ketika dunia mode masih didominasi gaun konvensional.
Menanti Ragam Eksperimen
Pendekatan itu selaras dengan filosofi kreatifnya yang menganggap mode sebagai laboratorium untuk bereksperimen dengan material, teknik, dan gagasan baru. Kesempatan memimpin Rabanne juga menghadirkan tanggung jawab besar bagi Rousteing.
Ia akan mengelola warisan rumah mode yang didirikan Paco Rabanne pada 1966 dengan koleksi "12 Experimental and Unwearable Dresses in Contemporary Materials," sebuah karya yang kemudian mengukuhkan identitas futuristis merek tersebut.
Rabanne hingga kini masih dikenal melalui penggunaan metal mesh, kepingan logam, serta kombinasi warna perak dan emas yang menjadi ciri khasnya. Rousteing menyatakan dirinya ingin menjaga semangat itu sekaligus membawanya ke era baru.
"Dia adalah seorang pemimpi. Dia tangguh, dan seorang yang berbeda dari yang lain. Dia tidak pernah mencoba untuk menjadi bagian dari batasan yang ada," katanya saat menggambarkan karakter Paco Rabanne yang menjadi sumber inspirasinya.
Memperkuat Posisi Merek
Pihak Rabanne meyakini pengalaman Rousteing akan memperkuat posisi merek di industri mode global. Presiden Prestige and Fashion Brands Puig, Ana Trias, menilai sang desainer memiliki kemampuan membangun hubungan kuat dengan generasi baru tanpa menghilangkan identitas rumah mode yang sudah mapan.
Perusahaan juga menegaskan Rabanne akan terus mengembangkan ekosistem yang menghubungkan mode, kecantikan, dan inovasi secara berkelanjutan. Strategi tersebut sejalan dengan arah bisnis Rabanne dalam beberapa tahun terakhir.
Setelah mengganti nama merek dari Paco Rabanne menjadi Rabanne pada 2023, perusahaan berupaya menyatukan lini mode dan parfum di bawah identitas yang sama. Portofolio wewangian seperti 1 Million, Invictus, Black XS, dan Phantom menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan bisnis merek tersebut.
Babak Baru Rousteing
Ketertarikan Rousteing terhadap dunia kecantikan diperkirakan akan memperkuat strategi tersebut. Ia mengaku ingin menghadirkan hubungan yang lebih erat antara koleksi busana dan produk kecantikan sehingga keduanya berkembang dalam satu narasi kreatif.
"Akan ada satu alur cerita: mode dan kecantikan bertemu, itulah peran saya," kata Rousteing.
Sebelum menerima jabatan barunya, Rousteing sempat meninggalkan sorotan publik setelah keluar dari Balmain pada November 2025. Ia kemudian kembali menarik perhatian lewat rancangan gaun untuk Beyoncé di Met Gala 2026.
Kini, Rousteing menyambut tantangan baru dengan optimisme. Ia ingin menghidupkan kembali semangat eksplorasi yang menjadi fondasi Rabanne sekaligus memperkenalkan visi kreatif yang relevan bagi generasi masa kini.
"Keindahan industri mode adalah tentang bermimpi. Aku kembali dengan tenang dan penuh harapan. Aku merasa seperti kembali menjadi anak kecil, bermimpi lagi," tutupnya.