Grip Strength, Ukuran Kebugaran Tubuh yang Sering Luput dari Perhatian

Grip strength tidak hanya bergantung pada kekuatan otot tangan.

oleh Nurri Indah KholillahDiterbitkan 19 Agustus 2026, 14:00 WIB
Grip strength atau kekuatan genggaman tangan salah satu indikador kesehatan (dok. Ivan S/pexels.com)

Liputan6.com, Jakarta - Grip strength mungkin terdengar sederhana, tapi perannya jauh lebih penting daripada yang dibayangkan. Mulai dari membuka tutup stoples, membawa kantong belanja, mengangkat koper, hingga menggenggam setir mobil, hampir semua aktivitas sehari-hari mengandalkan kekuatan genggaman tangan.

Meski sering digunakan, kekuatan genggaman masih jarang mendapat perhatian dibandingkan indikator kesehatan lain seperti tekanan darah atau berat badan, padahal sejumlah penelitian menunjukkan bahwa grip strength berkaitan dengan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Genggaman yang lebih kuat kerap dikaitkan dengan fungsi fisik yang lebih baik, risiko penyakit yang lebih rendah, serta peluang hidup yang lebih panjang. Karena itu, para ahli mulai menempatkan kekuatan genggaman sebagai salah satu indikator sederhana untuk menilai kebugaran tubuh.

Melansir National Geographic, Selasa, 14 Juli 2026, grip strength tidak hanya bergantung pada kekuatan otot tangan. Kemampuan ini juga melibatkan koordinasi otot, saraf, persendian, serta sistem tubuh lainnya yang bekerja secara bersamaan.

Itulah sebabnya, perubahan pada kekuatan genggaman dapat memberikan gambaran mengenai kondisi fisik seseorang, termasuk proses penuaan. Meski bukan satu-satunya tolok ukur kesehatan, menjaga grip strength dapat menjadi bagian dari gaya hidup aktif.

Latihan kekuatan secara rutin, aktivitas fisik yang konsisten, serta menjaga massa otot dapat membantu mempertahankan kemampuan menggenggam. Dengan memahami pentingnya grip strength, Anda dapat lebih peka terhadap kondisi tubuh, sekaligus mendukung kualitas hidup yang lebih baik di masa mendatang.

Bukan Hanya untuk Atlet

Ilustrasi kekuatan genggaman tangan. (Photo Copyright by Freepik)

Banyak orang menganggap grip strength hanya penting bagi atlet atau penggemar olahraga, padahal kekuatan genggaman berperan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, seperti membawa tas belanja, mengangkat galon, membuka kemasan makanan, hingga membawa koper saat bepergian.

Genggaman yang kuat membuat aktivitas lebih mudah sekaligus membantu menjaga kemandirian seiring bertambahnya usia. Kebiasaan sederhana juga dapat melatih grip strength, misalnya membawa belanjaan sendiri, menggunakan peralatan manual, atau melakukan pekerjaan rumah dan berkebun yang melibatkan aktivitas mengangkat serta menggenggam.

Namun, grip strength bukan satu-satunya tujuan yang perlu dilatih. Karena kemampuan ini mencerminkan kekuatan tubuh secara keseluruhan, latihan beban secara rutin yang melibatkan gerakan mendorong, menarik, membawa, dan menstabilkan tubuh menjadi cara paling efektif untuk meningkatkan kebugaran sekaligus mempertahankan kekuatan genggaman.

Mengapa Perlu Dijaga?

Ilustrasi kekuatan genggaman tangan. (c) Freepik

Menurut para ahli, grip strength dapat menjadi salah satu indikator kemampuan tubuh dalam mempertahankan fungsi fisik. Kekuatan genggaman yang baik umumnya berkaitan dengan kondisi otot yang optimal, mobilitas yang lebih baik, serta kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Sebaliknya, grip strength yang rendah dapat menjadi tanda menurunnya fungsi tubuh, terutama pada orang lanjut usia. Tak heran kekuatan genggaman menjadi salah satu kriteria penting dalam menilai risiko frailty, yaitu kondisi ketika tubuh lebih rentan mengalami penurunan fungsi dan gangguan kesehatan.

Meski bukan satu-satunya tolok ukur, menjaga grip strength melalui aktivitas fisik dan latihan kekuatan secara rutin dapat membantu mempertahankan kebugaran, serta mendukung kualitas hidup hingga usia lanjut.

Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Grip Strength

Kebiasaan sederhana untuk saling menggangam dan berpelukan: unsplash.com/Candice

Menjaga grip strength tidak selalu membutuhkan latihan berat atau alat khusus. Anda bisa memulainya lewat aktivitas sederhana, seperti latihan beban ringan, yoga, berkebun, membawa belanjaan sendiri, atau menggantung di pull-up bar selama beberapa detik.

Kebiasaan tersebut membantu melatih otot tangan, lengan, dan bahu yang berperan dalam menghasilkan genggaman yang kuat. Selain rutin bergerak, mencukupi asupan protein juga penting untuk menjaga massa dan kekuatan otot.

Para ahli menyarankan agar latihan kekuatan menjadi bagian dari rutinitas mingguan karena manfaatnya tidak hanya meningkatkan grip strength, tapi juga mendukung kebugaran tubuh secara keseluruhan. Dengan dilakukan secara konsisten, kebiasaan ini dapat membantu mempertahankan fungsi fisik, memudahkan aktivitas sehari-hari, serta menjaga kualitas hidup seiring bertambahnya usia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya