Sekolah Rakyat Gandeng ESQ Petakan Potensi Siswa, 100 Ribu Talent DNA Disiapkan Gratis

ESQ menyediakan 100 ribu kuota Talent DNA gratis untuk mendukung pemetaan bakat siswa Sekolah Rakyat sebagai bagian dari penguatan talenta menuju Indonesia Emas

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 14 Juli 2026, 08:51 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima audiensi dari Founder ESQ Ary Ginanjar dan tim di Cafe Selalu Ada Kopi di Kementerian Sosial, Senin (13/7/2026). Foto: Biro Humas / Pian Ardiansyah

Liputan6.com, Jakarta - Program pemetaan bakat dan minat bagi siswa Sekolah Rakyat terus diperkuat pada tahun ajaran 2026/2027. Memasuki masa penerimaan peserta didik baru, para siswa akan mengikuti tes Talent DNA untuk membantu mengenali potensi, karakter, serta arah pengembangan diri sejak dini.

Langkah tersebut mendapat dukungan dari ESQ Corp. Founder ESQ Corp Ary Ginanjar menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan talenta siswa Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut disampaikan Ary Ginanjar saat melakukan audiensi bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Senin (13/7/2026).

ESQ Siapkan 100 Ribu Kuota Talent DNA Gratis untuk Siswa Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima audiensi dari Founder ESQ Ary Ginanjar dan tim di Cafe Selalu Ada Kopi di Kementerian Sosial, Senin (13/7/2026). Foto: Biro Humas / Pian Ardiansyah

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat akan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di 19 titik mulai 14 Juli 2026. Sebanyak 5.130 siswa baru akan mengikuti kegiatan tersebut sebagai angkatan pertama pada tahun ajaran ini.

Menurut Gus Ipul, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat akan terus bertambah secara bertahap.

"Jadi kita besok mulai MPLS di 19 titik dengan jumlah siswa 5.130. Semuanya nanti tahun ini kita terima sekitar 30-an ribu. Sekarang sudah 28 ribu. Nanti naik terus. Jadi 45.000 targetnya tahun ini. Tahun depan, 100.000 lebih yang diterima," ujar Gus Ipul.

Sebagai langkah konkret, Ary Ginanjar menyatakan ESQ akan melaksanakan pemetaan talenta bagi siswa Sekolah Rakyat dengan menyediakan 100.000 kuota Talent DNA secara gratis. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa mengenali potensi diri hingga memperoleh pendampingan sesuai dengan bakat dan karakter masing-masing.

Dalam kesempatan ini juga ditayangkan video Putri, siswi Sekolah Rakyat asal Pontianak yang telah mengikuti pemetaan Talent DNA. Putri mengaku hasil pemetaan tersebut membuatnya semakin memahami potensi dirinya.

"Saya tahu bahwa saya punya kekuatan competitive dan troubleshooter. Dari situ saya lebih yakin pada diri, lebih semangat, dan lebih berani," ujar Putri dalam tayangan video.

Ary menambahkan, selama satu tahun terakhir ESQ telah mengikuti perkembangan Sekolah Rakyat melalui pemetaan Talent DNA terhadap siswa, guru, dan kepala sekolah.

Ia mengatakan, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya pemetaan talenta bagi setiap anak.

"Saya yakin sekalian anak Indonesia lainnya juga bisa menemukan masa depannya," ujarnya.

Pemetaan Talenta Jadi Fondasi Pengembangan Potensi Setiap Siswa

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima audiensi dari Founder ESQ Ary Ginanjar dan tim di Cafe Selalu Ada Kopi di Kementerian Sosial, Senin (13/7/2026). Foto: Biro Humas / Pian Ardiansyah

Senior Konsultan ESQ Diana memaparkan hasil pemetaan terhadap siswa Sekolah Rakyat. Hasil tersebut menunjukkan siswa memiliki kekuatan pada karakter ketulusan, perfeksionis, kesetaraan, pemaaf, dan harmonis.

Sementara itu, aspek yang masih perlu diperkuat antara lain kemampuan intuitif, kepercayaan diri, ketegasan, kemampuan mengarahkan, dan kemampuan menjelaskan.

Selain pemetaan talenta, ESQ juga memperkenalkan konsep AI Coaching Talenta Sekolah Rakyat yang dirancang sebagai pendamping pengembangan diri siswa secara personal dan berkelanjutan.

"Ini jadi keunggulan Sekolah Rakyat. Di Sekolah Rakyat itu setiap orang itu berharga sesuai talentanya masing-masing," katanya.

Gus Ipul pun setuju dengan konsep ini dan mengusulkan agar pesan tersebut menjadi identitas Sekolah Rakyat.

"Bagus itu, karena di Sekolah Rakyat itu setiap siswa itu berharga," ujar Gus Ipul menutup pertemuan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya