RI-Australia Luncurkan Katalis 2.0, Genjot Perdagangan dan Investasi

Indonesia dan Australia secara resmi meluncurkan Katalis 2.0 guna memperkuat perdagangan dan investasi.

oleh Septian DenyDiterbitkan 13 Juli 2026, 16:35 WIB
Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, the Hon. Matt Thistlethwaite MP, bersama Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri resmi meluncurkan Katalis 2.0, sebuah program baru di bawah Perjanjian Kemitraan Ekononmi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) memperkuat perdagangan dan investasi dua arah serta membantu membuka potensi ekonomi kedua negara.

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Australia secara resmi meluncurkan Katalis 2.0, sebuah program baru di bawah Perjanjian Kemitraan Ekononmi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) memperkuat perdagangan dan investasi dua arah serta membantu membuka potensi ekonomi kedua negara.

Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, the Hon. Matt Thistlethwaite MP, bersama Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, meluncurkan inisiatif tersebut didampingi oleh perwakilan pemerintah Australia dan Indonesia serta para pemimpin bisnis.

"Indonesia merupakan salah satu mitra ekonomi terdekat Australia. Bersama-sama, kita menciptakan lebih banyak peluang bagi dunia usaha, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mewujudkan kemakmuran bersama bagi kedua negara," ujar Asisten Menteri Thistlethwaite di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Katalis 2.0 didanai oleh Pemerintah Australia dan dilaksanakan melalui kemitraan dengan Pemerintah Indonesia untuk mendukung implementasi lA-CEPA melalui kolaborasi praktis antara pemerintah, pelaku industri, dan berbagai lembaga ekonomi.

"Indonesia berkomitmen untuk memperluas peluang perdagangan dan investasi yang memperkuat daya saing industri nasional serta menciptakan peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha Indonesiadi pasar internasional. Kemitraan kami dengan Australia terus mendukung prioritas-prioritas nasional tersebut," ujar Dyah Roro.

Melanjutkan keberhasilan fase pertama Katalis (2021-2025), program ini akan memperluas peluang perdagangan dan investasi, memperkuat institusi-institusi penting, serta mendorong partisipasi yang lebih luas dalam pertumbuhan ekonomi, termasuk bagi perempuan dan kelompok-kelompok yang kurang terwakili.

"Kemitraan internasional yang kuat memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia. Kolaborasi yang memperkuat institusi, mendorong inovasi, dan memobilisasi investasi akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan tangguh," ujar Deputi Bidang Pengembangan Makro, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Eka Chandra Buana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya