Liputan6.com, Manado - Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) diminta meningkatkan kewaspadaan penuh selama sepekan ke depan. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya aktivitas Bibit Siklon Tropis '97W' di Samudra Pasifik Barat, tepatnya di sebelah utara Papua, yang berdampak langsung pada wilayah Sulut.
Fenomena cuaca ini memicu peningkatan kecepatan angin dan berpotensi membawa cuaca ekstrem ke sejumlah daerah di Sulut terhitung sejak Senin (13/7/2026) hingga Minggu (19/7/2026).
Advertisement
Prakirawan BMKG yang bertugas, Mega Indriani, mengingatkan adanya ancaman curah hujan yang signifikan akibat pergerakan bibit siklon tersebut.
"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, serta akumulasi akumulasi curah hujan harian di wilayah Sulut,” ujar Mega Indriani dalam laporan resmi BMKG, Minggu (12/7/2026).
Meski dihantui potensi cuaca ekstrem, BMKG memprakirakan kondisi cuaca umum di beberapa wilayah Sulut masih akan bervariasi, mulai dari cerah hingga hujan dengan intensitas ringan.
Koordinator Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna, atas nama Kepala Stasiun Meteorologi, mengimbau warga Sulut, terutama yang beraktivitas di luar ruangan atau tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi.
"Waspada terhadap banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, untuk terus memantau perkembangan cuaca secara berkala," ujarnya.
Sementara itu, angin kencang menerjang wilayah daratan di Sulut dalam beberapa hari terakhir ini. Akibatnya, sejumlah atap rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin.
"Angin kencang membuat beberapa seng atap rumah rusak. Kami terpaksa harus menggantinya," ujar Michael Labaro, warga Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulut.
Tak hanya di darat, angin kencang juga menerjang perairan Sulut yang mengakibatkan gelombang tinggi. Sejumlah warga yang melakukan perjalanan jalur laut dari Kabupaten Kepulauan Sitaro ke Kota Manado melaporkan adanya cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi.
"Tinggi gelombang antara 2-3 meter, bersyukur kami bisa tiba dengan selamat di Manado," ujar Shinta, salah satu penumpang kapal rute Sitaro-Manado.