Liputan6.com, Jakarta - Argentina kembali membuktikan kapasitasnya sebagai juara bertahan setelah melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026. Meski belum selalu tampil dominan, La Albiceleste mampu melewati setiap rintangan yang muncul sepanjang turnamen.
Kemenangan 3-1 atas Swiss melalui babak tambahan menjadi bukti terbaru daya juang tim asuhan Lionel Scaloni. Hasil tersebut memastikan Argentina tetap berada di jalur mempertahankan gelar juara dunia.
Advertisement
Perjalanan menuju empat besar juga tidak pernah berlangsung mudah. Namun, dengan senjata baru berupa pengalaman dan mentalitas yang semakin matang, Argentina mampu keluar dari situasi sulit pada momen-momen penting.
Mental Juara Argentina Jadi Pembeda
Scaloni mengakui timnya belum memperlihatkan permainan terbaik saat menghadapi Swiss. Meski demikian, ia melihat anak asuhnya selalu mampu menemukan cara untuk menyelesaikan pertandingan.
"Hari ini, kami memang tidak tampil dalam performa terbaik. Lawan benar-benar mendorong kami hingga batas kemampuan, tetapi kami selalu mampu menemukan tenaga tambahan dan akhirnya menyelesaikan tugas dengan baik."
Pelatih berusia 48 tahun itu juga menilai pengalaman menjadi pembeda dibanding beberapa tahun lalu. Menurutnya, tim saat ini jauh lebih siap menghadapi tekanan yang muncul di fase gugur.
Bek kiri Nicolas Tagliafico memiliki pandangan serupa terkait perjalanan Argentina. Ia menegaskan setiap pertandingan di Piala Dunia menuntut perjuangan maksimal hingga peluit akhir.
"Kami telah beradaptasi. Tidak ada pertandingan yang berjalan mudah dan kami harus berjuang keras di setiap laga karena detail kecil sangat menentukan. Pertandingan sepak bola tidak dimenangkan hanya dengan bermain bagus, tetapi juga lewat semangat juang."
Pengalaman Membuat Argentina Semakin Tangguh
Argentina sempat kesulitan saat menghadapi Cape Verde, Mesir, hingga Swiss. Lawan-lawan tersebut mampu memberikan tekanan besar sehingga La Albiceleste harus bekerja ekstra untuk mengamankan kemenangan.
Tagliafico menilai timnya memiliki mental pemenang yang terus terjaga. Walau permainan belum sepenuhnya sesuai harapan, seluruh pemain tetap fokus mencapai target di setiap putaran.
"Kami memiliki mentalitas juara. Mungkin kami belum bermain seperti yang kami inginkan, tetapi kerja keras selalu memberikan hasil dan kami terus menemukan jalan untuk melangkah."
Scaloni juga memberikan apresiasi kepada staf pelatih yang meningkatkan efektivitas bola mati sepanjang turnamen. Ia merasa Argentina kini memiliki keunggulan yang membuat lawan harus lebih waspada.
Dukungan Suporter Tambah Kekuatan Argentina
Penyerang Julian Alvarez menilai pertandingan fase gugur selalu menuntut pengorbanan maksimal dari seluruh pemain. Oleh karena itu, Argentina terus berusaha memberikan segalanya hingga menit terakhir.
"Ini pertandingan hidup atau mati dan semua pemain memberikan segalanya di lapangan. Kami tahu masih ada yang perlu diperbaiki, tetapi tim terus berjuang sampai akhir."
Pelatih Swiss, Murat Yakin, turut memberikan apresiasi terhadap penampilan lawannya. "Argentina bermain seperti juara yang sesungguhnya."
Tagliafico mengaku suasana di stadion memberikan energi tambahan bagi timnya. Dukungan puluhan ribu pendukung membuat Argentina merasa seperti tampil di kandang sendiri dan semakin percaya diri menatap semifinal.
Sumber: FIFA