Rivalitas Inggris dan Argentina: Dari Gol Tangan Tuhan dan Kartu Merah Beckham

Inggris dan Argentina pernah terlibat rivalitas legendaris yang diwarnai drama pada edisi 1986 dan 1998 kembali menjadi sorotan.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 13 Juli 2026, 21:05 WIB
Diego Maradona pernah kedapatan dopping pada Piala Dunia 1994. Dirinya langsung dipulangkan setelah terbukti positif menggunakan varian efedrin, stimulan yang dilarang oleh FIFA. 3 tahun sebelum ini, dirinya juga dilarang bermain selama 15 bulan karena terbukti menggunakan kokain. (Foto: AFP/Staff)

Liputan6.com, Jakarta - Inggris dan Argentina akan kembali menulis babak baru dalam salah satu rivalitas terbesar di sepak bola internasional. Kedua tim dijadwalkan bertemu pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026).

Laga ini mempertemukan dua tim yang tampil impresif sejak awal turnamen. Inggris melaju usai menundukkan Norwegia 2-1, sedangkan Argentina memastikan tiket semifinal setelah mengalahkan Swiss dengan skor 3-1.

Namun, duel kali ini bukan sekadar perebutan tiket menuju final Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut juga membangkitkan kembali rivalitas panjang yang telah melahirkan sejumlah momen paling ikonik dalam sejarah sepak bola.

Mulai dari gol kontroversial Diego Maradona hingga kartu merah David Beckham, pertemuan Inggris dan Argentina hampir selalu menghadirkan cerita yang dikenang lintas generasi. Tidak mengherankan jika semifinal kali ini diprediksi kembali berlangsung panas sejak menit pertama.


Dari 'Tangan Tuhan' hingga Air Mata Beckham

Beckham Diganjar Kartu Merah (Ist)

Rivalitas Inggris dan Argentina mencapai puncaknya pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saat itu, Argentina menang 2-1 berkat dua gol Diego Maradona yang hingga kini masih menjadi bahan perbincangan.

Gol pertama Maradona lahir melalui sentuhan tangan yang kemudian dikenal sebagai 'Tangan Tuhan'. Empat menit berselang, legenda Argentina itu mencetak salah satu gol terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia setelah melewati sejumlah pemain Inggris sebelum menaklukkan Peter Shilton.

Dua belas tahun kemudian, kedua negara kembali bertemu pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis. Pertandingan berlangsung sengit dan berakhir imbang 2-2 hingga harus ditentukan melalui adu penalti.

Laga tersebut dikenang karena kartu merah David Beckham setelah insidennya dengan Diego Simeone. Argentina akhirnya menang 4-3 dalam adu penalti dan kembali menyingkirkan Inggris dari Piala Dunia.


Pertemuan Langka yang Selalu Dinanti

Pemain Argentina Lionel Messi melakukan selebrasi selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Mesir di Stadion Atlanta di Atlanta, Georgia, Senin, 7 Juli 2026 (AFP/ Getty Images/ Elsa)

Semifinal Piala Dunia 2026 menjadi pertemuan pertama Inggris dan Argentina dalam hampir 21 tahun. Frekuensi duel kedua negara memang semakin jarang dalam dua dekade terakhir.

Menariknya, sejak Lionel Messi menjalani debut bersama tim senior Argentina pada 2005, kedua negara hanya sekali saling berhadapan. Namun, Messi tidak tampil pada laga tersebut karena menjalani hukuman skorsing usai mendapat kartu merah lawan Hungaria.

Tanpa kehadiran Messi, Inggris dan Argentina tetap menyajikan pertandingan yang penuh drama dalam laga persahabatan di Jenewa. Tim Amerika Selatan sempat dua kali unggul sebelum Michael Owen mencetak dua gol di penghujung pertandingan untuk membawa Inggris menang 3-2.

Kini, kedua negara kembali dipertemukan di panggung terbesar sepak bola dunia. Dengan sejarah rivalitas yang begitu panjang serta tiket final sebagai taruhannya, semifinal Piala Dunia 2026 berpotensi kembali menghadirkan satu lagi laga klasik antara Inggris dan Argentina.

Sumber: BBC Sport

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya