ARCI Temukan Kadar Emas Tinggi di Sulawesi Utara

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melaporkan hasil eksplorasi dengan total biaya US$ 5,6 juta.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 13 Juli 2026, 10:07 WIB
Pertambangan milik PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)

Liputan6.com, Jakarta - PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melaporkan hasil eksplorasi semester I 2026 yang menunjukkan ditemukannya sejumlah zona mineralisasi dengan kadar emas tinggi di Tambang Emas Toka Tindung, Sulawesi Utara. Salah satu temuan terbaik mencatat kadar emas mencapai 25,18 gram per ton (g/t).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/7/2026), ARCI menyampaikan kegiatan eksplorasi dilakukan di area Tambang Emas Toka Tindung yang berlokasi sekitar 35 kilometer di timur laut Manado, Sulawesi Utara. Tambang tersebut dikelola melalui entitas anak PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN).

Selama periode Januari hingga Juni 2026, perseroan melaksanakan pengeboran di 157 titik dengan total kedalaman mencapai 44.989 meter. Kegiatan tersebut dikerjakan oleh PT Maxidrill Indonesia menggunakan metode Diamond Drilling (DD) dan Reverse Circulation (RC).

Rinciannya, metode Diamond Drilling mencakup 69 titik bor dengan total kedalaman 24.592 meter, sedangkan metode Reverse Circulation dilakukan pada 88 titik bor dengan total kedalaman 20.397 meter. Total biaya eksplorasi selama semester I 2026 mencapai sekitar US$ 5,6 juta.

Dari hasil pembaruan model geologi berdasarkan pengeboran tersebut, ARCI menemukan beberapa interval mineralisasi emas dengan kadar yang dinilai signifikan.

Hasil Temuan

Salah satu temuan terbaik berasal dari interval sepanjang 3,10 meter dengan kadar emas 25,18 g/t pada kedalaman 285,80 meter hingga 288,90 meter. Selain itu, perseroan juga menemukan interval 4,60 meter dengan kadar emas 10,20 g/t pada kedalaman 342,30 meter hingga 346,90 meter.

ARCI juga melaporkan interval 11,30 meter dengan kadar emas 7,22 g/t pada kedalaman 285,80 meter hingga 297,10 meter. Temuan lainnya mencakup interval 23 meter dengan kadar emas 4,25 g/t pada kedalaman 213 meter hingga 236 meter.

Selain itu, terdapat interval 18,15 meter dengan kadar emas 2,24 g/t pada kedalaman 182,65 meter hingga 200,80 meter, serta interval 3,35 meter dengan kadar emas 2,10 g/t pada kedalaman 359,65 meter hingga 363 meter.

Perseroan menjelaskan area eksplorasi dipilih secara selektif berdasarkan hasil eksplorasi historis yang menunjukkan potensi mineralisasi yang prospektif.

Penentuan lokasi pengeboran juga mempertimbangkan data dan interpretasi geologi yang tersedia guna mengoptimalkan peluang penemuan sumber daya mineral bernilai.

 

Terkait ARCI

Salah satu pit tambang emas Toka Tindung Milik PT Archi Indonesia Tbk

PT Archi Indonesia Tbk. (“Perseroan” atau “ARCI”) merupakan Perusahaan yang memiliki 100% kepemilikan di Tambang Emas Toka Tindung, suatu tambang emas yang terletak kurang lebih 35 km arah timur laut dari Manado, Sulawesi Utara, melalui Entitas Anak yang dimiliki sepenuhnya, PT Meares Soputan Mining (“MSM”) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (“TTN”).

Tambang Emas Toka Tindung terdiri dari dua Kontrak Karya dengan total luas konsesi 39.817 hektar yang terbentang di dalam dua wilayah administrasi, yaitu Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung, Sulawesi Utara (Gambar 1).

Kontrak Karya-Kontrak Karya tersebut berlaku sampai dengan tahun 2041 dan dimiliki oleh MSM dan TTN. Sesuai dengan Perubahan Undang-Undang Pertambangan, MSM dan TTN mendapatkan jaminan perpanjangan Kontrak Karya 2 (dua) kali lagi dalam bentuk Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), masing-masing perpanjangan untuk jangka waktu maksimum selama 10 tahun.

 

 

Rajawali Kapital Emas Kini Genggam 83,65% Saham ARCI

Pabrik pengolahan emas Toka Tindung PT Archi Indonesia Tbk (Dok: PT Archi Indonesia Tbk)

Sebelumnya, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengumumkan laporan kepemilikan saham. Hal ini seiring transaksi jumbo di pasar negosiasi mencapai Rp 18 triliun pada Selasa, 23 Juni 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu, (24/6/2026), PT Rajawali Kapital Emas membeli 16.605.550.000 saham ARCI dengan harga Rp 1.100 per saham. Nilai transaksi pembelian saham ARCI itu mencapai Rp 18,26 triliun pada 23 Juni 2026.

Sementara itu, Rajawali Corpora melepas 16.605.550.000 saham ARCI dengan harga Rp 1.100 per saham pada 23 Juni 2026.

Perseroan menyebutkan terkait dua transaksi tersebut, tujuannya dalam rangka restruktururisasi internal (pengalihan antarafiliasi dalam satu grup) dengan status kepemilikan langsung.

Setelah transaksi, Rajawali Kapital Emas mengenggam 21,10 miliar saham ARCI atau setara 83,65%. Sebelumnya, Rajawali Kapital Emas memiliki 4,50 miliar saham ARCI atau setara 17,85%.

Sedangkan Rajawali Korpora tidak lagi menggenggam saham ARCI. Sebelumnya, Rajawali Korpora memiliki 16,60 miliar saham ARCI atau setara 65,80%

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya