Duduk Perkara Emak-emak Surabaya Tertipu Sembako Murah

Emak-emak menggeruduk rumah terduga pelaku.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 13 Juli 2026, 08:18 WIB
Kasus penipuan sembako murah di Surabaya

Liputan6.com, Jakarta - Emak-emak di Kota Surabaya, Jawa Timur menjadi korban penipuan pembelian sembako murah. Barang yang dipesan tidak pernah datang hingga menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Mereka akhirnya menggeruduk rumah terduga pelaku di kawasan Wonorejo, Rungkut, Surabaya, Jawa Timur. Suasana mediasi memanas.

Para ibu yang menjadi korban penipuan pembelian sembako murah minta uangnya segera dikembalikan. Sebaliknya, pemilik rumah yang diduga sebagai pelaku penipuan enggan membalikannya.

"Deposit saya ke dia masuk Rp 42 juta. Tapi yang saya depositkan belum pernah datang," kata salah satu korban Elzatul Fadilah. Dikutip dari Fokus Indosiar, Senin (13/7/2026).

Kasus ini berawal ketika pelaku memasang status di media sosial menjual sembako dengan harga lebih murah dari pasaran. Awalnya, jual beli hingga pengiriman barang berjalan lancar.

Namun belakangan, pelaku tidak lagi mengirim barang yang dibeli meski korban sudah menyetor uang puluhan juta rupiah.

"Barang yang datang beras dengan santan yang datang wajib dibayar cash keras. Saya bilang, kenapa enggak potong deposit? Karena yang kamu depositkan kan minyak dengan mi. Sedangkan beras kan itu seller lain, jadi harus cash," ujar Elzatul menirukan jawaban dari terduga pelaku.

Sementara itu, Wakil wali kota Surabaya Armuji yang hadir dalam mediasi menilai iming-iming harga murah merupakan modus yang banyak dilakukan para pelaku penipuan.

"Orang modus pertama mulai arisan bodong, mulai judol, semua itu awalnya sekali, dua kali, tiga kali, lancar. Berikutnya enggak lancar," pungkasnya.

Tidak puas dengan hasil mediasi, para korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya