Jannik Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon 2026, Ukir Sejarah

Jannik Sinner sukses mempertahankan gelar juara tunggal putra Wimbledon 2026 setelah mengalahkan Alexander Zverev, menjadikannya petenis ke-10 di Era Terbuka.

oleh ThomasDiterbitkan 13 Juli 2026, 07:34 WIB
Jannik Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon 2026 (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Jannik Sinner, petenis nomor satu dunia asal Italia, kembali mengukir sejarah dengan mempertahankan gelar juara tunggal putra Wimbledon 2026. Kemenangan ini menjadikannya petenis kesepuluh di Open Era yang mampu meraih prestasi tersebut.

Dalam laga final yang berlangsung sengit pada Minggu, 12 Juli 2026, Sinner berhasil menaklukkan petenis Jerman, Alexander Zverev, dalam pertarungan empat set. Pertandingan berdurasi tiga jam 46 menit itu berakhir dengan skor 6-7(7), 7-6(2), 6-3, 6-4 untuk keunggulan Sinner.

Gelar Wimbledon ini menjadi trofi Grand Slam kelima bagi Sinner sepanjang kariernya, sekaligus yang pertama di musim kompetisi 2026. 

Sebelum mencapai babak final, Sinner menunjukkan performa dominan dengan mengalahkan petenis veteran Novak Djokovic di semifinal. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor telak 6-4, 6-4, 6-4.


Perjalanan Menuju Puncak dan Rekor Baru

Jannik Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon 2026 (AFP)

Prestasi mempertahankan gelar juara di Wimbledon menempatkan Sinner dalam daftar elit petenis putra Open Era yang pernah melakukannya. Ini menjadi penanda penting dalam perjalanan kariernya di dunia tenis profesional.

Dengan kemenangan ini, Sinner tetap kokoh di peringkat pertama dunia. Ia mempertahankan keunggulan signifikan sebesar 4.970 poin atas Alexander Zverev, yang dipastikan akan naik ke posisi kedua dunia.


Duel Sengit dan Statistik Impresif di Final

Pertarungan final antara Sinner dan Zverev menjadi tontonan menarik yang menyajikan tenis berkualitas tinggi di lapangan rumput. Kedua petenis menampilkan permainan terbaik mereka sejak awal pertandingan.

Sinner menunjukkan ketahanan mental yang luar biasa sepanjang laga, terbukti dengan keberhasilannya menyelamatkan satu-satunya break point yang dihadapinya. Ini menunjukkan fokus dan ketenangannya di momen-momen krusial.

Petenis Italia ini juga mencatatkan statistik impresif dengan 58 winner sepanjang pertandingan, menunjukkan agresivitas dan akurasi pukulannya. Meskipun Zverev tampil agresif dengan persentase servis pertama mencapai 76 persen, Sinner mampu bermain sabar dan solid dari baseline, secara efektif mematahkan strategi lawannya.


Ungkapan Sinner dan Kematangan Mental

Usai pertandingan, Jannik Sinner mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang tak henti-hentinya dari timnya. "Kami berdua memulai pertandingan dengan sangat baik. Saya dan tim melakukan persiapan sebaik mungkin, jadi saya berterima kasih kepada seluruh tim atas dukungan yang luar biasa," kata Sinner.

Ia juga menambahkan kegembiraannya atas performa yang ditunjukkan di final. "Ini kembali menjadi final yang hebat dan saya sangat senang bisa menang serta menampilkan permainan dengan level yang tinggi," ujarnya.

Kemenangan di Wimbledon 2026 ini memiliki makna penting bagi Sinner, terutama setelah kekecewaan yang ia alami di Roland-Garros 2026, di mana ia tersingkir di babak kedua. Prestasi ini membuktikan kematangan Sinner dalam mengatasi tekanan dan kemampuannya untuk bangkit kembali dari keterpurukan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya