Diego Forlan Pimpin Uruguay Sementara Usai Kegagalan di Piala Dunia 2026

Diego Forlan resmi ditunjuk sebagai pelatih sementara timnas Uruguay hingga Maret 2027, menyusul kegagalan di Piala Dunia 2026 dan mundurnya Marcelo Bielsa.

oleh ThomasDiterbitkan 13 Juli 2026, 09:00 WIB
Diego Forlan AFP/Franck Fife)

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Uruguay (AUF) menunjuk Diego Forlan sebagai pelatih kepala sementara tim nasional Uruguay. Penunjukan ini diumumkan pada Minggu, 12 Juli 2026, menyusul pengunduran diri Marcelo Bielsa setelah kegagalan tim di fase grup Piala Dunia 2026.

Forlan, yang kini berusia 47 tahun, diharapkan dapat membawa stabilitas dan membangun kembali kepercayaan diri skuad La Celeste yang baru saja menorehkan salah satu penampilan terburuknya di turnamen akbar tersebut.

Uruguay tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah hanya mampu mengumpulkan dua poin di Grup H, menempatkan mereka di posisi ketiga. Mereka berada di bawah Spanyol yang memimpin grup dengan tujuh poin dan Tanjung Verde dengan tiga poin, namun unggul atas Arab Saudi yang juga mengoleksi dua poin.

Dalam perjalanannya, Uruguay gagal meraih satu pun kemenangan, bermain imbang 1-1 melawan Arab Saudi, 2-2 melawan Tanjung Verde, dan menelan kekalahan 0-1 dari Spanyol.

Kegagalan ini menjadikan Uruguay satu-satunya wakil dari Amerika Selatan yang tidak berhasil melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Menyikapi hasil mengecewakan ini, Marcelo Bielsa mengambil tanggung jawab penuh atas eliminasi tim dan mengumumkan pengunduran dirinya.

Kontrak Bielsa dengan AUF memang dijadwalkan berakhir setelah turnamen tersebut, dan ia telah menyatakan bahwa pekerjaannya akan usai setelah Piala Dunia.


Misi Berat Forlan Membangun Kembali Tim

Diego Forlan (AP/Arturo Rodriguez)

Penunjukan Diego Forlan sebagai pelatih sementara memiliki makna simbolis yang kuat, mengingat ia secara luas dihormati sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepak bola Uruguay. Misi utama yang diemban Forlan adalah memadukan pemain-pemain berpengalaman dengan generasi baru, sekaligus memulihkan semangat tim yang terpukul oleh penampilan mereka di Piala Dunia.

Forlan akan memimpin tim senior dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2030 yang dijadwalkan pada September, Oktober, dan November mendatang, serta serangkaian pertandingan persahabatan hingga Maret 2027. Di bawah kepemimpinannya, diharapkan Uruguay dapat menemukan kembali identitas dan performa terbaiknya untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Dalam turnamen Piala Dunia 2026, Uruguay finis di posisi ketiga Grup H. Mereka hanya mampu mengumpulkan dua poin dari tiga pertandingan, hasil dari dua kali imbang dan satu kekalahan.

Lanjut Baca:

Kontrak awal Diego Forlan sebagai pelatih kepala sementara timnas Uruguay akan berlangsung hingga Maret 2027. Pada periode tersebut, federasi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerjanya sebelum memutuskan apakah akan memperpanjang masa jabatannya atau menunjuk pelatih kepala baru untuk siklus Piala Dunia berikutnya. Selain tugasnya di tim senior, Forlan juga akan tetap menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional Uruguay U-20. Tim U-20 ini dijadwalkan akan berkompetisi di Kejuaraan U-20 Amerika Selatan pada Januari 2027. Penunjukan Forlan yang bersifat sementara ini juga dipengaruhi oleh pemilihan presiden yang akan datang di dalam asosiasi, sehingga keputusan jangka panjang ditunda. Meski memiliki pengalaman kepelatihan yang terbatas, termasuk melatih Penarol pada tahun 2020 selama sebelas pertandingan dan Atenas de San Carlos di divisi kedua Uruguay untuk dua belas pertandingan, penunjukannya dilihat sebagai upaya untuk mengembalikan stabilitas dengan menempatkan tokoh nasional yang dihormati di pucuk pimpinan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya