Gol Krusial Norwegia ke Gawang Inggris Dianulir VAR, Aksi Erling Haaland Jadi Biang Keladinya

Gol kedua Norwegia ke gawang Inggris di perempat final Piala Dunia 2026 dianulir VAR karena dorongan Erling Haaland. Keputusan ini didasari aturan baru IFAB.

oleh ThomasDiterbitkan 12 Juli 2026, 09:04 WIB
Pemain Norwegia Erling Haaland menyundul bola selama pertandingan perempat final Piala Dunia sepak bola antara Norwegia dan Inggris di Miami Gardens, Florida, Sabtu, 11 Juli 2026. (AP Photo/Chris Carlson)

Liputan6.com, Jakarta - Upaya Norwegia untuk menyamakan kedudukan dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Inggris harus pupus setelah gol kedua mereka dianulir oleh wasit. Insiden yang melibatkan penyerang bintang Erling Haaland ini terjadi pada menit ke-55 pertandingan krusial tersebut.

Gol yang dicetak oleh Torbjorn Heggem di Miami Stadium, Amerika Serikat, langsung memicu protes keras dari para pemain Inggris. Mereka mengklaim adanya pelanggaran sebelum bola dimainkan, yang kemudian menjadi fokus peninjauan Video Assistant Referee (VAR).

Wasit Clement Turpin akhirnya membatalkan gol tersebut setelah meninjau rekaman VAR, memastikan adanya dorongan yang dilakukan Erling Haaland terhadap pemain Inggris, Elliot Anderson, sebelum tendangan sudut dieksekusi. Turpin bahkan tidak butuh waktu lama untuk melihat tayangan ulang guna membatalkan gol Norwegia.


Peran Krusial VAR dan Aturan Baru IFAB

Bek Norwegia, Torbjorn Heggem, merayakan gol yang kemudian dianulir setelah tinjauan VAR dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia kontra Inggris di Miami Stadium, Miami Gardens, Minggu (12/7/2026) pagi WIB. (AFP/Chandan Khanna)

Pembatalan gol tersebut tidak lepas dari peran teknologi VAR yang memungkinkan wasit untuk meninjau kembali insiden krusial di lapangan. Wasit Clement Turpin menggunakan sistem ini untuk memastikan keabsahan gol yang dicetak oleh Heggem.

Keputusan tersebut berlandaskan pada pembaruan aturan permainan yang mulai berlaku sejak Piala Dunia 2026. Regulasi terbaru memungkinkan VAR menindak pelanggaran yang terjadi sebelum bola kembali dimainkan, asalkan pelanggaran tersebut berdampak langsung pada situasi bola mati yang menghasilkan gol.

Dewan Federasi Sepak Bola Internasional (IFAB) telah mengklarifikasi protokol wasit video untuk turnamen ini. Mereka menyetujui penerapan aturan yang mencakup pelanggaran jelas oleh tim penyerang sebelum dimulainya permainan pada tendangan sudut atau tendangan bebas, yang secara langsung memengaruhi penetapan gol, tendangan penalti, atau sanksi disipliner.


Detail Pelanggaran dan Konsekuensi Bagi Erling Haaland

Insiden spesifik yang menyebabkan gol dianulir adalah dorongan yang dilakukan Erling Haaland terhadap Elliot Anderson. Pelanggaran ini terjadi tepat sebelum tendangan sudut diambil, yang kemudian berujung pada gol Torbjørn Heggem.

“Mereka akan memeriksa Haaland, karena itu adalah perpanjangan penuh lengan saat mendorong. VAR sedang melihat apakah itu akan mencegahnya [Anderson] untuk dapat memberikan dampak yang berarti dalam mempertahankan bola tersebut. Saya akan terkejut jika ini tidak dibatalkan sebagai pelanggaran," ujar Pakar wasit ITV, Christina Unkel

Meskipun Haaland melakukan pelanggaran, ia tidak menerima kartu kuning atau merah. Hal ini dikarenakan bola belum dalam permainan saat dorongan terjadi, sehingga tindakan tersebut dianggap sebagai pelanggaran perilaku, bukan pelanggaran yang bisa diganjar kartu. Namun, pembatalan gol tersebut dianggap sebagai hukuman yang lebih berat bagi Haaland dan tim Norwegia.

Pertandingan perempat final tersebut akhirnya dimenangkan oleh Inggris dengan skor 2-1 setelah melalui babak perpanjangan waktu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya