Angkat Potensi Kuliner, BCA Ajak Desa Wisata Binaan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Pengelola Desa Wisata Binaan BCA mengikuti workshop yang mengusung pendekatan penyajian gastronomi end-to-end.

oleh NurmayantiDiterbitkan 11 Juli 2026, 20:37 WIB
Workshop Wisata Gastronomi bagi Pengelola Desa Bakti BCA – EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn (dua dari kiri) turut ambil bagian pada workshop peningkatan keterampilan gastronomi bagi para pengelola Desa Bakti BCA di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Workshop ini mengusung pendekatan penyajian gastronomi end-to-end, mulai dari pemilihan dan pengolahan bahan baku lokal, teknik memasak, hingga cara menata dan menyajikan hidangan agar tampil lebih menarik di mata wisatawan. Dok BCA

Liputan6.com, Labuan Bajo- Sebanyak 9 pengelola Desa Bakti PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengikuti workshop peningkatan keterampilan gastronomi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.  Program digelar sebagai wujud komitmen Bakti BCA terkait pemberdayaan masyarakat di Indonesia Timur serta, mendukung desa binaan memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing, salah satunya di bidang gastronomi.

Melalui workshop tersebut, para peserta dibekali pemahaman dan keterampilan untuk mengembangkan penyajian kuliner lokal sebagai daya tarik desa wisata.

Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas pengelola desa melalui pendalaman gastronomi yang tidak hanya mencakup aspek kuliner, tetapi juga sejarah, seni, dan budaya yang melatarbelakanginya. Dengan demikian, desa-desa wisata binaan diharapkan mampu menghadirkan inspirasi baru dalam menyajikan kuliner khas daerahnya.

“Kuliner lokal adalah salah satu potensi yang paling dekat dengan keseharian masyarakat desa. Melalui workshop ini, kami ingin mendorong para pengelola Desa Bakti BCA untuk semakin percaya diri menyajikan cita rasa dan budaya khas daerahnya dengan standar penyajian yang lebih baik, sehingga dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa,” kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn di Labuan Bajo, pekan ini.

Workshop ini mengusung pendekatan penyajian gastronomi end-to-end, mulai dari pemilihan dan pengolahan bahan baku lokal, teknik memasak, hingga cara menata dan menyajikanhidangan agar tampil lebih menarik di mata wisatawan.

Melalui pendekatan ini, peserta diajak mempraktikkan langsung setiap tahapan penyajian, dengan pendampingan dari Dapur Tara, pelaku usaha kuliner berbasis budaya Flores yang berlokasi di kawasan Labuan Bajo, sebagai fasilitator workshop ini.

Optimalkan Potensi Ekonomi

Workshop Wisata Gastronomi bagi Pengelola Desa Bakti BCA – EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn (dua dari kiri) turut ambil bagian pada workshop peningkatan keterampilan gastronomi bagi para pengelola Desa Bakti BCA di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Workshop ini mengusung pendekatan penyajian gastronomi end-to-end, mulai dari pemilihan dan pengolahan bahan baku lokal, teknik memasak, hingga cara menata dan menyajikan hidangan agar tampil lebih menarik di mata wisatawan. Dok BCA

Selain di Labuan Bajo, Bakti BCA selama ini kerap mendampingi desa wisata binaan di berbagai wilayah Indonesia untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal masing-masing desa, termasuk di bidang kuliner, kerajinan, dan pariwisata.

“Kami percaya bahwa penguatan kapasitas masyarakat desa harus dilakukan secara konsistendan berkesinambungan agar dampaknya benar-benar terasa. Karena itu, setiap program dirancang untuk saling terhubung dan mendukung pengembangan potensi lokal secara menyeluruh,” tambah Hera.

BCA memberikan pembinaan holistik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat desa, melalui berbagai program seperti pengelolaan keuangan, rumah pangan hidup (RPH), revitalisasi kebun kopi, dukungan sertifikasi, serta berbagai ragam program pengembangan lainnya.

Seluruh kontribusi nyata tersebut dijalankan secara terstruktur melalui tiga pilar utama inisiatif Desa Bakti BCA:

● Usaha Berbasis Kemasyarakatan: memastikan usaha desa Bakti BCA dimiliki dan dikelola oleh masyarakat lokal di masing-masing daerah

● Peningkatan Kapasitas: menyelenggarakan pelatihan berkala untuk penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan tata kelola usaha desa

● Akses Pasar: memberikan dukungan promosi dan perluasan akses pasar melalui berbagai saluran ekosistem BCA serta misi penjualan.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bakti BCA dalam membangun ekosistem desa yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus memastikan bahwa setiap program tidak hanya bersifat pelatihan sesaat, tetapi memberikan dampak nyata yang dapat tumbuh dalam jangka panjang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya