Liputan6.com, Jakarta - Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) meluncurkan ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series, forum dialog yang bertujuan memperkuat perspektif ASEAN dalam menghadapi dinamika kawasan Indo-Pasifik.
Simposium ini mempertemukan para pembuat kebijakan dan pakar untuk membahas bagaimana ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dan FOIP dapat saling melengkapi dalam mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.
Advertisement
Peluncuran forum tersebut ditandai dengan kuliah perdana yang menghadirkan Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, sebagai pembicara utama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Simposium Khusus ERIA–JIIA FOIP–AOIP yang diselenggarakan bersama Japan Institute of International Affairs (JIIA) dalam rangka memperingati satu dekade konsep Free and Open Indo-Pacific (FOIP).
Dalam pidato utamanya, Dr. Kao Kim Hourn mengajak negara-negara di kawasan untuk tidak terjebak dalam persaingan antar kekuatan besar. Menurutnya, ASEAN perlu tetap aktif bekerja sama dengan berbagai mitra sambil menjaga kemampuan untuk menentukan arah dan kepentingannya sendiri.
“Pendekatan tersebut tercermin dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), yang menawarkan kerangka kerja sama yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan,” ujar Dr. Kao.
Ia menambahkan bahwa di tengah persaingan geopolitik, fragmentasi ekonomi, dan tantangan pada rantai pasok maritim, kerja sama yang nyata menjadi semakin penting. Menurutnya, kolaborasi di bidang infrastruktur berkelanjutan, transformasi digital, dan keamanan ekonomi perlu terus diperkuat untuk menjaga ketahanan kawasan.
Pentingnya Jaga Kawasan Indo-Pasifik
Dalam sambutan pembukanya, Dekan sekaligus Managing Director ERIA School of Government, Prof. Nobuhiro Aizawa, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Sekretaris Jenderal ASEAN sebagai pembicara perdana dalam rangkaian kuliah ini. Ia menegaskan pentingnya menjaga Indo-Pasifik sebagai kawasan yang mengedepankan dialog, kerja sama, dan keterlibatan yang inklusif.
“Kawasan Indo-Pasifik selama ini menikmati perdamaian dan stabilitas. Karena itu, sudah saatnya kita memperkuat norma dan pendekatan yang telah dibangun bersama oleh negara-negara di kawasan ini, sambil terus menjaga stabilitas dan ketahanan kawasan,” ujar Prof. Aizawa.
Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe, mengatakan bahwa momentum ini menjadi kesempatan penting untuk merefleksikan bagaimana AOIP dapat terus menjawab tantangan masa kini sekaligus memperkuat Sentralitas ASEAN.
“Melalui ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series yang digagas oleh Sekretaris Jenderal ASEAN Dr. Kao Kim Hourn, ERIA ingin memperkuat perspektif Asia Tenggara dalam diskusi kawasan dan global. Kami berharap rangkaian kuliah ini dapat memperkuat peran ASEAN dalam mendorong dialog, kerja sama, dan keterlibatan yang inklusif di Indo-Pasifik” kata Watanabe.