SZA Didiagnosis Autism Spectrum Disorder, Bagikan Hasil Tes

SZA mengungkap telah didiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD). Simak pengakuan penyanyi peraih Grammy tersebut dan penjelasannya.

oleh Renisya Satya PutriDiterbitkan 10 Juli 2026, 19:47 WIB
SZA tampil di atas panggung dalam acara GRAMMY Awards ke-66 di Crypto.com Arena pada tanggal 4 Februari 2024 di Los Angeles, California. (Kevin Winter/Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi peraih Grammy Awards, SZA, mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menerima diagnosis resmi Autism Spectrum Disorder (ASD). Kabar tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, disertai unggahan dokumen medis yang menjelaskan hasil pemeriksaannya.

Pelantun Kill Bill itu juga mengaku akhirnya memahami kondisi yang selama ini ia alami setelah menjalani evaluasi profesional.


Bagikan Hasil Diagnosis Resmi

SZA, yang memiliki nama asli Solana Imani Rowe, mengaku baru meluangkan waktu untuk menjalani pemeriksaan secara menyeluruh hingga akhirnya mendapatkan diagnosis resmi.

Melalui unggahannya, ia menulis bahwa dirinya didiagnosis mengalami Autism Spectrum Disorder Level 1, yang sebelumnya dikenal sebagai Asperger's Syndrome. SZA juga membagikan foto dokumen medis yang menyebut pola perilaku dan hasil pemeriksaannya konsisten dengan ASD.


Dokumen Medis Jelaskan Kondisi yang Dialami

Dalam dokumen yang diunggah, disebutkan bahwa SZA menunjukkan karakteristik yang sesuai dengan Autism Spectrum Disorder berdasarkan riwayat, pola perilaku, serta hasil evaluasi pemeriksa.

Dokumen tersebut juga menjelaskan bahwa SZA mengalami hambatan dalam interaksi sosial timbal balik, baik berdasarkan pengakuannya sendiri maupun hasil observasi selama pemeriksaan.


Tentang Autism Spectrum Disorder Level 1

Autism Spectrum Disorder Level 1 merupakan kondisi yang sebelumnya dikenal sebagai Asperger's Syndrome. Orang dengan ASD Level 1 umumnya hanya membutuhkan dukungan dalam tingkat yang lebih ringan dibanding spektrum autisme lainnya.

Mereka sering kali memiliki kecerdasan rata-rata atau di atas rata-rata, tetapi dapat mengalami kesulitan dalam interaksi sosial, memahami komunikasi nonverbal, mempertahankan percakapan, memiliki minat yang sangat spesifik, serta cenderung menyukai rutinitas yang teratur.


Tuai Dukungan dari Penggemar

Pengakuan SZA langsung menarik perhatian para penggemarnya di media sosial. Banyak yang memberikan dukungan sekaligus mengapresiasi keterbukaannya dalam membagikan pengalaman pribadi terkait kesehatan mental dan perkembangan saraf.

Langkah SZA dinilai dapat membantu meningkatkan kesadaran publik mengenai Autism Spectrum Disorder serta mendorong lebih banyak orang untuk mencari diagnosis profesional apabila mengalami gejala serupa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya