Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi peraih Grammy Awards, SZA, mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menerima diagnosis resmi Autism Spectrum Disorder (ASD). Kabar tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, disertai unggahan dokumen medis yang menjelaskan hasil pemeriksaannya.
Pelantun Kill Bill itu juga mengaku akhirnya memahami kondisi yang selama ini ia alami setelah menjalani evaluasi profesional.
Advertisement
Bagikan Hasil Diagnosis Resmi
SZA, yang memiliki nama asli Solana Imani Rowe, mengaku baru meluangkan waktu untuk menjalani pemeriksaan secara menyeluruh hingga akhirnya mendapatkan diagnosis resmi.
Melalui unggahannya, ia menulis bahwa dirinya didiagnosis mengalami Autism Spectrum Disorder Level 1, yang sebelumnya dikenal sebagai Asperger's Syndrome. SZA juga membagikan foto dokumen medis yang menyebut pola perilaku dan hasil pemeriksaannya konsisten dengan ASD.
Dokumen Medis Jelaskan Kondisi yang Dialami
Dalam dokumen yang diunggah, disebutkan bahwa SZA menunjukkan karakteristik yang sesuai dengan Autism Spectrum Disorder berdasarkan riwayat, pola perilaku, serta hasil evaluasi pemeriksa.
Dokumen tersebut juga menjelaskan bahwa SZA mengalami hambatan dalam interaksi sosial timbal balik, baik berdasarkan pengakuannya sendiri maupun hasil observasi selama pemeriksaan.
Tentang Autism Spectrum Disorder Level 1
Autism Spectrum Disorder Level 1 merupakan kondisi yang sebelumnya dikenal sebagai Asperger's Syndrome. Orang dengan ASD Level 1 umumnya hanya membutuhkan dukungan dalam tingkat yang lebih ringan dibanding spektrum autisme lainnya.
Mereka sering kali memiliki kecerdasan rata-rata atau di atas rata-rata, tetapi dapat mengalami kesulitan dalam interaksi sosial, memahami komunikasi nonverbal, mempertahankan percakapan, memiliki minat yang sangat spesifik, serta cenderung menyukai rutinitas yang teratur.
Tuai Dukungan dari Penggemar
Pengakuan SZA langsung menarik perhatian para penggemarnya di media sosial. Banyak yang memberikan dukungan sekaligus mengapresiasi keterbukaannya dalam membagikan pengalaman pribadi terkait kesehatan mental dan perkembangan saraf.
Langkah SZA dinilai dapat membantu meningkatkan kesadaran publik mengenai Autism Spectrum Disorder serta mendorong lebih banyak orang untuk mencari diagnosis profesional apabila mengalami gejala serupa.