Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan video SPBU yang dibakar oleh massa karena protes kebijakan pembatasan BBM. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 8 Juli 2026.
Advertisement
Dalam unggahannya terdapat video sejumlah orang sedang berusaha memadamkan api di SPBU dan disertai narasi:
"SPBU dibakar Masaa.,!!!
karena kendaraan bermotor yang tidak membayar pajak/ motor mati pajak tak boleh mengisi BBM ini peraturan yang sedang berlaku dinegara Konoha
Kira kira peraturan seperti membebani rakyat gak Gaes⁉️"
Lalu benarkah postingan video SPBU yang dibakar oleh massa karena protes kebijakan pembatasan BBM?
Penelusuran Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menggunakan Google Reverse Images. Hasilnya ada video yang identik dengan unggahan.
Video itu diunggah akun @makassarsociety pada 12 Oktober 2024 dengan narasi "kebakaran terjadi di spbu sabussalam kebakaran terjadi diduga akibat konsleting pick up saat isi bbm"
Penelusuran dilanjutkan dengan memasukkan kata kunci "SPBU Sabussalam kebakaran" di mesin pencarian Google.
Hasilnya ada artikel dari Antara News berjudul "Pertamina investigasi total terkait kebakaran SPBU di Subulussalam Aceh" yang tayang 11 Oktober 2024.
Di dalam artikel dijelaskan bahwa kebakaran SPBU di Simpang Kiri, Kota Subulussalam terjadi pada Kamis (10/7/2026) karena adanya mobil bak terbuka yang terbakar dan menyambar pompa bensin pengisian.
Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Pihak Pertamina juga menjelaskan persediaan BBM dalam kondisi aman setelah kejadian tersebut.
Sumber:
https://www.instagram.com/makassarsociety/reel/DBBN7j2SIOb/
https://kalbar.antaranews.com/berita/600666/pertamina-investigasi-total-terkait-kebakaran-spbu-di-subulussalam-aceh
https://www.acehtrend.com/news/spbu-oyon-di-subulussalam-terbakar-ini-penjelasan-polisi/index.html
Kesimpulan
Postingan video SPBU yang dibakar oleh massa karena protes kebijakan pembatasan BBM adalah hoaks.
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.