Specialty Coffee hingga Premium Bakery Jadi Primadona Baru Kuliner Lokal

Specialty coffee dan premium bakery menjadi sorotan di Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 seiring tren kuliner premium yang terus berkembang.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 10 Juli 2026, 10:00 WIB
Pameran dagang internasional Food & Hospitality Indonesia (FHI). (dok. PR)

Liputan6.com, Jakarta - Industri kuliner lokal memasuki fase pertumbuhan baru seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk makanan dan minuman berkualitas. Specialty coffee dan premium bakery menjadi dua kategori yang mencuri perhatian karena mampu menarik konsumen yang mencari pengalaman menikmati kuliner, bukan sekadar memenuhi kebutuhan makan dan minum.

Tren tersebut turut mendorong pertumbuhan sektor hotel, restoran, dan layanan makanan yang kini menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional. Laporan Food Service – Hotel, Restaurant and Institutional Annual 2025 menunjukkan nilai pasar hotel, restoran, dan institusi (HRI) Indonesia mencapai USD 29 miliar pada 2024.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai pasar foodservice terbesar di Asia Tenggara, sekaligus melampaui kondisi sebelum pandemi. Pertumbuhan itu didorong ekspansi jaringan hotel dan restoran internasional, meningkatnya popularitas specialty coffee dan premium bakery, serta berkembangnya layanan pesan antar berbasis digital yang memperluas akses masyarakat terhadap berbagai pilihan kuliner.

Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026, Meysia Stephanie, mengatakan bahwa perkembangan industri kuliner tidak hanya bergantung pada besarnya permintaan pasar. Menurutnya, kemampuan pelaku usaha membangun kolaborasi dan memanfaatkan inovasi akan menentukan daya saing bisnis di masa depan.

"Pertumbuhan industri tidak hanya ditentukan besarnya pasar, tapi juga kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, beradaptasi terhadap perubahan tren, serta memanfaatkan inovasi dan teknologi," katanya melalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Kamis, 9 Juli 2026.

Perubahan preferensi konsumen terlihat dari meningkatnya ketertarikan terhadap kopi dengan karakter rasa yang lebih beragam, serta roti dan pastry premium yang mengutamakan kualitas bahan baku. Masyarakat kini semakin terbuka untuk mencoba produk artisan, biji kopi dari berbagai daerah, serta aneka bakery dengan teknik pengolahan yang lebih modern.

 

Populernya Produk Premium

Suasana Pameran Dagang Internasional untuk industri perhotelan, makanan dan minuman. Foto: liputan6.com/dok.FHI

Permintaan terhadap produk premium juga berjalan seiring berkembangnya budaya menikmati kopi di berbagai kota. Kedai kopi tidak lagi sekadar menjadi tempat membeli minuman, namun berkembang menjadi ruang berkumpul, bekerja, dan berdiskusi.

Kondisi serupa terjadi pada bisnis bakery yang menghadirkan konsep toko roti dengan pengalaman bersantap yang lebih menarik sehingga mampu menjangkau konsumen dari berbagai kelompok usia. Pertumbuhan pasar tersebut menjadi salah satu alasan penyelenggaraan FHI yang akan berlangsung pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta.

Pameran dagang internasional itu kembali mempertemukan pelaku industri makanan, minuman, dan hospitality dalam satu ekosistem bisnis yang terintegrasi. FHI 2026 menghadirkan lebih dari 500 perusahaan dari 32 negara yang menampilkan beragam produk, teknologi, serta solusi terbaru untuk industri makanan dan minuman.

Menanti Ragam Pameran Inovasi

Nespresso Indonesia memboyong ragam mesin kopi yang cocok di kantor, serta bisnis hotel dan restoran selama pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2023 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 25--28 Juli 2023. (dok. Nespresso)

Pengunjung dapat melihat inovasi dari berbagai produsen nasional maupun internasional, mulai dari bahan baku, produk olahan, hingga teknologi yang mendukung operasional bisnis kuliner. Ajang tersebut juga memberi ruang bagi pelaku industri kopi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya melalui Indonesia Coffee Event yang kembali digelar bersama Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI).

Kompetisi Indonesia Barista Championship menjadi salah satu agenda utama yang akan memilih barista terbaik Indonesia untuk mewakili Tanah Air di World Barista Championship. Perhatian terhadap industri minuman tidak berhenti pada kopi.

World Fashion Drinks Competition membuka kesempatan bagi para mixologist untuk menampilkan kreativitas meracik minuman yang memadukan cita rasa, estetika, dan konsep penyajian sesuai perkembangan gaya hidup. Tea Master Cup Indonesia juga hadir untuk memperkenalkan potensi teh lokal melalui kompetisi penyeduhan dan kreasi minuman berbahan dasar teh.

 

Sesi Edukasi

Suasana pameran Food & Hotel Indonesia yang menarik minat pengunjung. Foto: liputan6.com/dok.FHI

Pelaku industri kuliner juga dapat mengikuti berbagai sesi edukasi yang membahas teknik memasak, pengembangan hidangan Indonesia, pembuatan pasta artisan, serta dekorasi makanan. Program tersebut menghadirkan chef dan praktisi kuliner dalam sesi praktik langsung sehingga peserta dapat mempelajari keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Marketing Communication Manager PT Pamerindo Indonesia, Leonarita Hutama, menilai keberlanjutan kini menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis makanan dan minuman. "Transformasi industri tidak hanya ditentukan inovasi produk dan teknologi, tapi juga kemampuan pelaku usaha mengembangkan bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan," katanya.

Prospek industri makanan dan minuman diperkirakan tetap positif dalam beberapa tahun mendatang. Peningkatan investasi, berkembangnya sektor pariwisata, serta tingginya minat masyarakat terhadap pengalaman kuliner berkualitas diperkirakan terus mendorong pertumbuhan specialty coffee, premium bakery, dan berbagai produk premium lainnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya