Jangan Sepelekan Ban Belakang Motor Goyang, Risikonya Serius

Kondisi ban belakang motor matik yang goyang tidak boleh diabaikan. Selain mengurangi kenyamanan, masalah ini juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan

oleh M. Ridwan MaulanaDiterbitkan 11 Juli 2026, 09:10 WIB
Jangan asal ganti ukuran ban kendaraan (wahanahonda.com)

Liputan6.com, Jakarta - Ban menjadi salah satu komponen paling vital pada sepeda motor karena berperan menjaga kestabilan, kenyamanan, sekaligus keselamatan saat berkendara. Ketika kondisi ban bermasalah, pengendara motor matik biasanya langsung merasakan perubahan pada handling, salah satunya ban belakang yang terasa goyang atau oleng saat melaju.

Kondisi ban belakang motor matik yang oleng tidak boleh diabaikan. Selain mengurangi kenyamanan, masalah ini juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat melintas di tikungan, jalan bergelombang, atau ketika melaju dengan kecepatan tinggi.

Apabila mulai merasakan gejala tersebut, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan agar penyebabnya bisa diketahui lebih awal dan tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

Mengutip laman resmi Suzuki, Sabtu (11/7/2026), terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan ban belakang motor matik terasa goyang. Berikut penjelasannya:

1. Tekanan Angin Ban Tidak Sesuai

Tekanan angin yang terlalu rendah membuat permukaan ban cepat aus secara tidak merata sehingga mengurangi kestabilan motor. Bahkan, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko kerusakan pada velg.

Sebaliknya, tekanan angin yang terlalu tinggi membuat ban menjadi lebih keras, mengurangi daya cengkeram terhadap permukaan jalan, serta mempercepat keausan ban.

Karena itu, pastikan tekanan angin selalu sesuai dengan rekomendasi pabrikan agar performa ban tetap optimal.

2. Kondisi Ban Sudah Aus atau Pemasangan Kurang Presisi

Ban yang sudah menipis, retak, atau berumur tua tidak lagi mampu mencengkeram permukaan jalan dengan baik sehingga motor menjadi kurang stabil.

Menariknya, ban baru pun bisa menyebabkan motor terasa oleng apabila proses pemasangannya tidak presisi atau posisi ban tidak sempurna pada velg.

3. Engine Mounting Mengalami Kerusakan

Engine mounting berfungsi sebagai dudukan mesin sekaligus peredam getaran. Seiring usia pemakaian, komponen karet pada engine mounting dapat mengalami keausan atau getas.

Jika kondisinya sudah longgar, posisi mesin bisa bergeser dan memengaruhi keseimbangan motor, terutama saat digunakan dalam kecepatan tinggi.

 

4. Velg Bengkok atau Penyok

Velg memiliki peran penting dalam menjaga putaran roda tetap stabil. Benturan keras akibat menghantam lubang, ban kempis, maupun beban berlebih dapat membuat velg menjadi bengkok.

Akibatnya, putaran roda tidak lagi seimbang sehingga motor terasa oleng dan berpotensi memicu kerusakan yang lebih serius.

5. Bearing As Roda Aus

Bearing atau bantalan as roda bertugas menopang poros roda agar dapat berputar dengan halus.

Komponen ini bisa mengalami keausan akibat sering melewati jalan rusak maupun minim pelumasan karena oli gardan jarang diganti. Jika bearing mulai aus, roda belakang dapat terasa goyang ketika motor melaju.

6. Shockbreaker Sudah Tidak Optimal

Shockbreaker yang mengalami kebocoran oli, berkarat, aus, atau getas tidak mampu meredam guncangan secara maksimal.

Akibatnya, saat motor melewati jalan bergelombang atau berlubang, roda belakang menjadi kurang stabil dan menimbulkan sensasi oleng.

Cara Mengatasi Ban Belakang Motor Matik yang Goyang

Setelah mengetahui penyebabnya, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kestabilan motor matik.

Periksa Tekanan Angin Ban

Jika motor mulai terasa oleng, segera berhenti di tempat yang aman dan cek tekanan angin ban. Tambahkan angin apabila kurang atau kurangi jika tekanannya terlalu tinggi sesuai standar yang direkomendasikan pabrikan.

Ganti Ban yang Sudah Aus

Ban yang sudah botak, retak, atau robek sebaiknya segera diganti. Selain menjaga keselamatan, penggantian ban secara berkala juga membantu mempertahankan kenyamanan berkendara.

Sebagai acuan, ban motor idealnya diganti sekitar satu tahun sekali atau disesuaikan dengan kondisi pemakaian dan tingkat keausannya.

Perbaiki atau Ganti Velg

Apabila velg sudah bengkok atau penyok, sebaiknya lakukan penggantian agar putaran roda kembali stabil.

Untuk mencegah kerusakan serupa, hindari menghantam lubang dengan kecepatan tinggi, jaga tekanan angin tetap ideal, dan jangan membawa muatan melebihi kapasitas motor.

 

Kencangkan Mur As Roda

Mur atau baut as roda yang mulai kendur juga dapat menyebabkan roda belakang terasa tidak stabil.

Lakukan pemeriksaan secara berkala dan pastikan seluruh komponen pengikat roda berada dalam kondisi kencang sesuai spesifikasi.

Ganti Karet Engine Mounting

Apabila karet engine mounting mulai retak atau rusak, segera lakukan penggantian.

Suzuki menyarankan komponen ini diganti setiap sekitar 50.000 kilometer atau ketika motor mulai terasa tidak stabil serta muncul suara bising dari area mesin.

Lakukan Pemeriksaan di Bengkel Resmi

Tidak semua kerusakan dapat diketahui secara kasat mata. Oleh karena itu, apabila ban belakang masih terasa oleng setelah dilakukan pemeriksaan sederhana, segera bawa motor ke bengkel resmi agar mendapatkan penanganan dengan peralatan yang sesuai.

Membiarkan ban belakang motor matik dalam kondisi oleng bukan hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Pemeriksaan dan perawatan secara berkala menjadi langkah penting untuk memastikan motor tetap stabil, aman, dan nyaman digunakan dalam berbagai kondisi jalan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya