IHSG Berpotensi Naik, Awasi Delapan Saham Pilihan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan seiring data makro ekonomi Indonesia yang positif.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 Februari 2014, 06:48 WIB
Pergerakan indeks saham diproyeksikan masih melanjutkan penguatan. Sentimen data makro ekonomi dan rilis kinerja emiten bank masih memberikan sentimen positif untuk pergerakan indeks saham.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mengantisipasi rilis suku bunga acuan (BI Rate) pada Kamis pekan ini. Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto menuturkan, IHSG masih melanjutkan penguatannya. Rilis kinerja keuangan emiten bank dan data makro ekonomi Indonesia masih memberikan sentimen positif untuk indeks saham.

"IHSG masih melanjutkan penguatan dengan kisaran 4.530-4.550," ujar David, saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (12/2/2014).

David menambahkan, sentimen eksternal yang akan mempengaruhi bursa saham juga pidato pimpinan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve Janet Yellen yang baru. Pelaku pasar menunggu pidato mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Sementara itu, Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko menuturkan, kurang adanya momentum maupun katalis positif membuat IHSG terjebak dalam konsolidasi antara support price gap bawah di kisaran 4.430 dan high sebelumnya 4.510.

"Pelaku pasar sebaiknya memperhatikan kedua support dan resistance ini untuk pergerakan selanjutnya breakdown ke price gap bawah kedua di 4.340 bila ditutup di bawah 4.430, dan kontinuasi reli ke 4.574-4.650 bila ditutup di atas 4.510," kata Yuganur dalam ulasannya.

Yuganur memprediksikan, IHSG berada di level support 4.430-4.340-4.270. Sedangkan level resistance IHSG di kisaran 4.510-4.574-4.650.

Rekomendasi Saham

David merekomendasikan saham yang dapat dipertimbangkan antara lain saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS).

"Speculative buy untuk saham tersebut," kata David.

Yuganur memilih empat saham yang dapat jadi pilihan pelaku pasar. Saham itu antara lain saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

"Buy empat saham itu," tutur Yuganur.

Rekomendasi Teknikal

Yuganur mengatakan, koreksi pasca break high enam bulan terakhir di saham BTN dapat digunakan sebagai positioning buy dalam formasi minor uptrend yang masih belum berubah secara signifikan ke arah lebih negatif.

Yuganur merekomendasikan, entry (1) Rp 990, entry (2) Rp 970, dan cut loss point Rp 955.

"Buy dengan trading target Rp 1.130," kata Yuganur. (Ahm)

Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya