Alasan YouTuber Andra Bakal Dites Urine meski Tidak Mabuk

Andra, pengemudi McLaren mengalami kecelakaan tragis di Sukoharjo.

oleh Merdeka.comDiterbitkan 08 Juli 2026, 22:42 WIB
YouTuber Andra ST Usai Kecelakaan (Tangkapan Layar Instagram @andrastyt_)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi akan melakukan tes urine kepada YouTuber Febrian Paundra Alditama (21) alias Andra ST dan rekannya, Robby Adel Pantjoro (21). Hal ini untuk memastikan ada tidaknya konsumsi narkoba terkait kecelakaan mobil McLaren 720S di Jalan Wonogiri-Solo, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Rabu (8/7/2026).

Supercar kuning keluaran 2023 itu dikemudikan Andra. Sementara penumpangnya sesama streamer, Robby Adel Pantjoro.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo Iptu Ardian membenarkan adanya rencana tes urine terhadap keduanya.

"Rencana memang ada tes urine," kata Ardian kepada wartawan.

Langkah ini dilakukan sebagai prosedur standar dalam penyelidikan kecelakaan, meski dari pemeriksaan awal belum ditemukan indikasi pengemudi berada di bawah pengaruh alkohol atau kelelahan.

"Kondisi pengemudi dalam keadaan fit. Tidak terpengaruh alkohol, maupun mengantuk," terangnya.

Ardian menyampaikan sebelum terjadi kecelakaan, mobil sport tersebut melaju di Jalan Sukoharjo-Solo sebelum akhirnya oleng dan menabrak tiang. Benturan keras membuat rangka McLaren terbelah menjadi dua bagian, depan kabin pengemudi dan belakang ruang mesin.

"Jadi untuk hasil sementara, ini masih kecelakaan tunggal, murni kecelakaan tunggal. Tapi nanti untuk lebih rincinya masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut," jelas Ardian.

Ia juga menegaskan jika tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kedua korban sempat mendapat perawatan di RS Indriati Solo Baru.

"Untuk keadaan pengemudi saat ini sudah diizinkan pulang. Dari hasil observasi dokter, untuk pengemudi bisa rawat jalan. Tapi untuk penumpang, saat ini masih observasi di rumah sakit," pungkasnya.

Di lokasi, mobil tampak ringsek parah. Ban belakang sisi kanan kempes, pelat nomor B-331 masih tertempel di belakang, dan terlihat ceceran darah di pintu penumpang yang tidak utuh.

Polisi masih melanjutkan penyelidikan dan menunggu hasil tes urine untuk melengkapi berkas perkara.

Ardian menambahkan, akibat kejadian tersebut terjadi sejumlah kerusakan di sekitar lokasi. Di antaranya tiang listrik PLN, tiang telepon dan sebuah minimarket.

"Jadi di TKP untuk kerugian itu ada tiang listrik PLN kemudian ada tiang Telkom kaca minimarket Indomaret. Untuk pegawai Indomaret semuanya tidak ada yang mengalami luka. Hanya kerugian material kaca pecah," pungkasnya.

Reporter: Merdeka.com/Arie Sunaryo

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya