Rekor Baru Novak Djokovic di Wimbledon 2026 Usai Kalahkan Roman Safiullin

Novak Djokovic mencetak rekor kemenangan terbanyak di Wimbledon usai mengalahkan Roman Safiullin

oleh Asad ArifinDiterbitkan 05 Juli 2026, 23:26 WIB
Petenis Serbia Novak Djokovic melepaskan pukulan voli saat melawan Roman Safiullin dari Rusia dalam laga babak keempat tunggal putra turnamen tenis Grand Slam Wimbledon di London, Minggu, 5 Juli 2026. (AP Photo/Brian Inganga)

Liputan6.com, Jakarta - Novak Djokovic mengukir sejarah di Wimbledon 2026 yang bisa ditonton di Vidio. Petenis asal Serbia itu resmi menjadi pemain putra dengan jumlah kemenangan terbanyak sepanjang sejarah turnamen setelah menundukkan Roman Safiullin.

Djokovic memastikan tiket ke perempat final usai menang dengan skor 7-6(6), 6-3, 3-6, 6-3 di Centre Court, Minggu (5/7) malam WIB. Kemenangan tersebut menjadi yang ke-106 bagi Djokovic di Wimbledon.

Catatan itu membuat unggulan ketujuh tersebut melewati rekor milik Roger Federer yang sebelumnya menjadi pemegang kemenangan terbanyak di Grand Slam lapangan rumput tersebut. Rekor baru ini semakin menegaskan status Djokovic sebagai salah satu petenis terbaik sepanjang masa.

Bagi Djokovic, kemenangan ini juga menjaga peluang meraih gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya. Meski sempat mendapat perlawanan sengit dari Safiullin, pengalaman sang juara akhirnya menjadi pembeda di pertandingan tersebut.


Lewati Federer, Djokovic Terus Pecahkan Rekor

Petenis Rusia Roman Safiullin bereaksi setelah memenangkan poin saat melawan Novak Djokovic dari Serbia dalam laga babak keempat tunggal putra turnamen tenis Grand Slam Wimbledon di London, Minggu, 5 Juli 2026. (AP Photo/Brian Inganga)

Kemenangan atas Safiullin mengantarkan Djokovic mencapai perempat final Wimbledon untuk kesembilan kali secara beruntun. Secara keseluruhan, ini menjadi penampilan ke-17-nya di delapan besar turnamen bergengsi tersebut.

Jika digabungkan dengan seluruh turnamen Grand Slam, Djokovic kini telah mengoleksi 66 penampilan di babak perempat final. Angka itu menjadi bukti konsistensinya di level tertinggi tenis dunia selama lebih dari dua dekade.

Laga melawan Safiullin sendiri tidak berjalan mudah. Djokovic bahkan sempat tertinggal 2-5 pada set pertama dan harus menyelamatkan dua set point sebelum membalikkan keadaan melalui tie-break yang berlangsung ketat.

Setelah mengamankan set pertama, Djokovic mulai mengendalikan pertandingan. Ia memanfaatkan momentum untuk merebut set kedua sebelum akhirnya memastikan kemenangan setelah pertarungan selama tiga setengah jam.


Tetap Lolos Meski Sempat Kehilangan Kendali Emosi

Petenis Serbia, Novak Djokovic, saat merayakan kemenangan atas Alex De Minaur pada babak keempat Wimbledon 2025 di The All England Lawn Tennis and Croquet Club, Wimbledon, London, Senin (7/7/2025). (Adrian Dennis / AFP) AFP

Roman Safiullin layak mendapat apresiasi atas penampilannya di Wimbledon tahun ini. Petenis Rusia itu tampil impresif meski sebelumnya sempat mengakhiri musim lebih cepat akibat cedera dan belum meraih satu pun kemenangan di level Tur sebelum tampil di London.

Djokovic juga tidak tampil sempurna sepanjang pertandingan. Ia melakukan 37 unforced error, nyaris menyamai jumlah winner yang dibukukannya, yakni 43 pukulan.

Pada set ketiga, emosi Djokovic sempat memuncak. Ia menerima pelanggaran kode etik karena mengumpat dalam bahasa Serbia setelah kehilangan servis, bahkan sempat memukul bola dengan keras beberapa gim kemudian, meski tidak mendapat peringatan tambahan.

Di balik performa yang belum sepenuhnya konsisten, Djokovic tetap mampu mencatat sejarah. Selain memecahkan rekor kemenangan Wimbledon milik Federer, ia juga menjadi pemain putra ketiga di Era Terbuka yang mampu mencapai perempat final Wimbledon setelah berusia 39 tahun, mengikuti jejak Ken Rosewall dan Roger Federer.

Sumber: Ubitenis

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya