Liputan6.com, Jakarta - Maroko membuktikan bahwa kiprah luar biasa mereka di Piala Dunia bukan lagi sebuah kebetulan. Singa Atlas sukses melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Kanada dengan skor meyakinkan 3-0.
Hasil tersebut memperpanjang perjalanan impresif Maroko yang kini belum tersentuh kekalahan dalam waktu normal pada 34 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Catatan itu menjadi bukti konsistensi tim asuhan Walid Regragui dalam beberapa tahun terakhir.
Advertisement
Kemenangan atas Kanada memang tidak lahir melalui permainan paling atraktif. Namun, Maroko sekali lagi menunjukkan karakter tim besar yang mampu menemukan cara untuk menang dalam berbagai situasi.
Dengan performa yang terus stabil, Maroko kini layak ditempatkan sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Jika tren positif ini berlanjut, Singa Atlas berpeluang kembali mencetak sejarah bagi sepak bola Afrika.
Rekor Tak Terkalahkan Jadi Modal Besar Maroko
Laga melawan Kanada menunjukkan sisi lain permainan Maroko. Mereka hanya menciptakan lima peluang sepanjang pertandingan, jumlah terendah yang pernah dicatat tim pemenang dalam laga fase gugur Piala Dunia.
Babak pertama bahkan mencatat rekor unik. Jumlah kartu kuning lebih banyak dibandingkan total tembakan yang dilepaskan kedua tim, tetapi situasi itu tidak mengganggu fokus Maroko untuk mengendalikan pertandingan.
Efektivitas menjadi pembeda utama. Maroko mampu memaksimalkan peluang yang dimiliki dan menutup pertandingan dengan kemenangan 3-0 untuk memastikan tiket ke babak perempat final.
Hasil tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Maroko menjadi 34 pertandingan dalam waktu normal di semua ajang. Meski terdapat catatan khusus terkait final Piala Afrika 2026 melawan Senegal yang masih dalam proses sengketa, rentetan hasil positif itu tetap menunjukkan konsistensi luar biasa Singa Atlas.
Semakin Dekat Menyamai, Bahkan Melampaui Sejarah 2022
Terakhir kali Maroko menelan kekalahan dalam waktu normal terjadi pada Agustus 2025. Saat itu, mereka kalah 0-1 dari Kenya di ajang African Nations Championship yang khusus diikuti pemain dari liga domestik Afrika.
Sejak kekalahan tersebut, Maroko terus berkembang menjadi salah satu tim paling sulit dikalahkan di level internasional. Konsistensi itu kembali terlihat sepanjang Piala Dunia 2026, di mana mereka belum pernah kalah hingga menembus delapan besar.
Keberhasilan mengalahkan Kanada juga membuat Maroko mengoleksi empat kemenangan pada fase gugur Piala Dunia, masing-masing dua kemenangan di edisi 2022 dan 2026. Jumlah tersebut menyamai total kemenangan seluruh negara Afrika lainnya di fase knockout sepanjang sejarah Piala Dunia.
Kini, Singa Atlas hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menyamai pencapaian bersejarah mereka pada Piala Dunia 2022, saat menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal.
Sumber: BBC Sport