Liputan6.com, Jakarta - Video warga gotong royong membangun jalan rusak secara mandiri di Dusun Umbul Glimbung, Desa Bandar Agung, Kabupaten Lampung Timur, menjadi viral di media sosial. Aksi tersebut menyita perhatian publik setelah seorang warga dalam video mengaku memilih mengalihkan uang pajaknya untuk membeli material pembangunan jalan.
Dalam video yang beredar, warga mengungkapkan kekecewaan karena akses jalan di dusun mereka disebut telah lama rusak, namun belum juga mendapatkan perbaikan dari pemerintah. Kondisi itu membuat masyarakat bergotong royong memperbaiki jalan agar aktivitas sehari-hari kembali lancar.
Advertisement
"Selamat pagi, izin Bupati Lampung Timur. Tahun ini saya enggak bayar pajak. Uangnya saya gunakan untuk swadaya pembangunan jalan mandiri di Dusun Umbul Glimbung. Nunggu dari pemerintah tidak kunjung dibangun, sudah rusak parah. Jadi inisiatif dari masyarakat, jadi bangun sendiri ajalah. Pajak saya enggak saya bayarkan, saya gunakan untuk beli semen," ujar warga dalam video tersebut.
Pernyataan itu langsung memicu beragam reaksi warganet. Sebagian memuji semangat gotong royong masyarakat memperbaiki fasilitas umum, sementara lainnya mempertanyakan pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lampung Timur.
Tanggapan Bupati
Menanggapi video yang viral, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah memastikan pemerintah daerah telah memantau kondisi jalan di Dusun Umbul Glimbung.
Menurutnya, wilayah tersebut berada di kawasan register yang memiliki karakteristik tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan. Ia juga menyebut kawasan register tidak dikenakan pajak.
Ela menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan di kawasan tersebut pada tahun-tahun sebelumnya.
Namun, pengerjaan belum dapat menjangkau seluruh ruas jalan karena dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
"Wilayah itu sudah kami monitor. Pemerintah daerah juga telah membangun infrastruktur jalan di kawasan tersebut pada tahun sebelumnya. Namun pengerjaannya dilakukan secara bertahap karena masih banyak ruas jalan yang harus ditangani," kata Ela saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).
Dia menilai gotong royong yang dilakukan masyarakat merupakan bentuk partisipasi warga untuk mempercepat perbaikan akses jalan di titik-titik yang belum masuk dalam program pembangunan pemerintah.
"Di sejumlah titik memang masyarakat berinisiatif bergotong royong agar jalan bisa segera digunakan. Ada ruas sekitar satu kilometer yang diperbaiki secara swadaya sambil menunggu penanganan lanjutan dari pemerintah," ujarnya.
Menurut Ela, ruas jalan yang menjadi sorotan dalam video diduga belum masuk dalam tahapan pembangunan yang telah dikerjakan pemerintah daerah. Meski demikian, aspirasi masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan prioritas pembangunan infrastruktur ke depan.
"Jalan yang dikeluhkan warga kemungkinan belum sampai pada tahapan pembangunan yang sudah kami kerjakan. Aspirasi ini menjadi masukan bagi kami karena kebutuhan infrastruktur jalan memang menjadi harapan terbesar masyarakat," tutupnya.