Pergerakan bursa saham Asia cenderung konsolidasi menjelang pidato atau kesaksian pertama pimpinan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, Janet Yellen terkait kebijakan moneternya.
Indeks saham MSCI Asia Pacific kecuali Jepang berada di level 444,60 pada pukul 08.04 waktu Hong Kong. Indeks saham acuan regional ini naik 2,35% dari level terendah dalam lima bulan pada 5 Februari.
Sejumlah bursa saham Asia menguat seperti indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,2%. Indeks saham Australia naik 0,1%. Selanjutnya indeks saham Selandia Baru NZX 50 menguat 0,5%. Sedangkan bursa saham Jepang tutup karena libur.
Pelaku pasar cenderung wait and see terhadap kesaksian Yellen untuk berbicara mengenai kebijakan moneter dan prospek ekonomi untuk pertama kalinya sejak dilantik sebagai pimpinan bank sentral AS.
"Dengan data tenaga kerja AS memburuk, ada argumen bahwa The Fed harus meredakan pengetatan kondisi moneter. Kami menduga Yellen tidak ingin secara signifikan mengubah kebijakan pada pertemuan pertamanya pada Maret," ujar Gary Dugan, Chief Investment Officer Asia and the Middle East for Coutts and Co, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Selasa (11/2/2014).
Sebelumnya bank sentral AS telah memperlambat laju program pembelian obligasinya dari US$ 85 miliar menjadi US$ 65 miliar. Pengurangan program dana stimulus moneter AS ini memang tergantung dari kondisi perekonomian AS. Bank sentral AS kemungkinan terus menjalankan penarikan dana stimulus moneternya hingga akhir 2014.
Penutupan Wall Street
Bursa saham AS ditutup moderat pada perdagangan saham Senin (Selasa pagi) seiring investor ingin merealisasikan keuntungan dan melihat prospek ke depan.
Selain itu, investor menunggu kesaksian baru pimpinan baru bank sentral AS. Indeks saham Dow Jones naik 7,71 poin atau 0,05% ke level 15.801,79. Indeks saham S&P 500 menguat 2,82 poin atau 0,16% ke level 1.799,84. Sedangkan indeks saham Nasdaq menguat 22,31 poin atau 0,54% ke level 4.148,17.
Volume perdagangan saham sekitar 5,83 miliar saham di bursa saham AS. Sebagian pelaku pasar mengambil sikap wait and see menjelang kesaksian Yellen. Pelaku pasar mencari konfirmasi bahwa The Federal Reserve tidak akan mengubah jadwal untuk mengakhiri dukungannya bagi perekonomian.
"Kami berharap mendengar Yellen mengakui pemulihan ekonomi yang rapuh tetapi The Federal Reserve tidak begitu banyak berubah pikiran," ujar Leo Grohowski, Chief Investment Officer BNY Mellon Wealth Management.
Saham-saham yang mempengaruhi perdagangan saham pada awal pekan ini antara lain saham McDonald Corp turun 1,1% menjadi US$ 94,86 setelah perseroan melaporkan penurunan penjualan toko. Saham Hasbro Inc naik 4,5% menjadi US$ 52,36. Sedangkan sahm Alexion Pharmaceuticals melompat 4% menjadi US$ 170,11.
Yellen akan memberikan kesaksian sebelum kepada House of Representatives Financial Services Committee pada Selasa, dan Senate Banking Commitee pada Kamis. Analis melihat, Yellen akan tetap menjalankan program pengurangan dana stimulus moneternya. (Ahm)
Indeks saham MSCI Asia Pacific kecuali Jepang berada di level 444,60 pada pukul 08.04 waktu Hong Kong. Indeks saham acuan regional ini naik 2,35% dari level terendah dalam lima bulan pada 5 Februari.
Sejumlah bursa saham Asia menguat seperti indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,2%. Indeks saham Australia naik 0,1%. Selanjutnya indeks saham Selandia Baru NZX 50 menguat 0,5%. Sedangkan bursa saham Jepang tutup karena libur.
Pelaku pasar cenderung wait and see terhadap kesaksian Yellen untuk berbicara mengenai kebijakan moneter dan prospek ekonomi untuk pertama kalinya sejak dilantik sebagai pimpinan bank sentral AS.
"Dengan data tenaga kerja AS memburuk, ada argumen bahwa The Fed harus meredakan pengetatan kondisi moneter. Kami menduga Yellen tidak ingin secara signifikan mengubah kebijakan pada pertemuan pertamanya pada Maret," ujar Gary Dugan, Chief Investment Officer Asia and the Middle East for Coutts and Co, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Selasa (11/2/2014).
Sebelumnya bank sentral AS telah memperlambat laju program pembelian obligasinya dari US$ 85 miliar menjadi US$ 65 miliar. Pengurangan program dana stimulus moneter AS ini memang tergantung dari kondisi perekonomian AS. Bank sentral AS kemungkinan terus menjalankan penarikan dana stimulus moneternya hingga akhir 2014.
Penutupan Wall Street
Bursa saham AS ditutup moderat pada perdagangan saham Senin (Selasa pagi) seiring investor ingin merealisasikan keuntungan dan melihat prospek ke depan.
Selain itu, investor menunggu kesaksian baru pimpinan baru bank sentral AS. Indeks saham Dow Jones naik 7,71 poin atau 0,05% ke level 15.801,79. Indeks saham S&P 500 menguat 2,82 poin atau 0,16% ke level 1.799,84. Sedangkan indeks saham Nasdaq menguat 22,31 poin atau 0,54% ke level 4.148,17.
Volume perdagangan saham sekitar 5,83 miliar saham di bursa saham AS. Sebagian pelaku pasar mengambil sikap wait and see menjelang kesaksian Yellen. Pelaku pasar mencari konfirmasi bahwa The Federal Reserve tidak akan mengubah jadwal untuk mengakhiri dukungannya bagi perekonomian.
"Kami berharap mendengar Yellen mengakui pemulihan ekonomi yang rapuh tetapi The Federal Reserve tidak begitu banyak berubah pikiran," ujar Leo Grohowski, Chief Investment Officer BNY Mellon Wealth Management.
Saham-saham yang mempengaruhi perdagangan saham pada awal pekan ini antara lain saham McDonald Corp turun 1,1% menjadi US$ 94,86 setelah perseroan melaporkan penurunan penjualan toko. Saham Hasbro Inc naik 4,5% menjadi US$ 52,36. Sedangkan sahm Alexion Pharmaceuticals melompat 4% menjadi US$ 170,11.
Yellen akan memberikan kesaksian sebelum kepada House of Representatives Financial Services Committee pada Selasa, dan Senate Banking Commitee pada Kamis. Analis melihat, Yellen akan tetap menjalankan program pengurangan dana stimulus moneternya. (Ahm)