Pramono Ungkap Angka Fantastis di Balik Perayaan HUT Jakarta

Ada perputaran ekonomi besar saat HUT Jakarta.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 04 Juli 2026, 18:02 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menghadiri Jakarta Kreatif Festival (JKF) di Istora Senayan, Sabtu (4/7/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira).

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi ibu kota. Nilai transaksi yang tercatat selama momentum perayaan tersebut mencapai Rp 2,4 triliun.

“Kemarin ketika kita mengadakan ulang tahun, saya mendapatkan data terakhir transaksi pada hari itu Rp 2,4 triliun,” kata Pramono dalam acara Jakarta Kreatif Festival (JKF) di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Pramono mengatakan mayoritas pembayaran dilakukan melalui sistem digital QRIS. Menurut dia, peningkatan transaksi tersebut tidak lepas dari berbagai terobosan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, termasuk pemberian akses transportasi dan destinasi wisata dengan tarif Rp 1 selama perayaan HUT Jakarta.

“Dan transaksinya jauh lebih tinggi dan hampir semuanya menggunakan QRIS,” kata Pramono.

Ia mencontohkan lonjakan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata milik Pemprov DKI, seperti Ancol yang mencatat sekitar 80 ribu pengunjung pada 28 Juni. Jumlah tersebut melampaui rekor sebelumnya yang berkisar 30 ribu hingga 32 ribu pengunjung saat libur Idulfitri maupun Tahun Baru.

“Laba bersihnya yang sebelumnya maksimal hanya Rp 1,5 miliar, pada 28 Juni lalu mencapai Rp 6,5 miliar,” ujarnya.

 

Penggunaan QRIS

Hal serupa juga terjadi di Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Pramono menyebut jumlah pengunjung Ragunan mencapai 135.500 orang, melampaui rekor sebelumnya sekitar 102 ribu pengunjung.

Ia menilai penggunaan QRIS semakin menguat sebagai metode pembayaran utama di Jakarta. Saat ini, transaksi QRIS di Jakarta telah menyumbang sekitar 38 persen dari total transaksi QRIS nasional.

“Yang saya senang adalah transaksi QRIS Jakarta ini sekarang sudah 38 persen dari transaksi nasional,” ucapnya.

Pramono menjelaskan capaian tersebut juga didukung oleh digitalisasi di 153 pasar yang dikelola Pemprov DKI Jakarta, yang kini telah sepenuhnya menggunakan QRIS. Selain itu, sekitar 422 ribu pelaku UMKM di Jakarta juga telah memanfaatkan sistem pembayaran digital tersebut.

Kini, kata dia, Pemprov DKI Jakarta akan terus memperluas digitalisasi transaksi dengan melanjutkan kompetisi penggunaan QRIS di pasar-pasar tradisional.

“Saya sudah meminta kepada Dinas UMKM dan kepada Ibu Asisten Keuangan Provinsi DKI Jakarta untuk melanjutkan lomba penggunaan digitalisasi di pasar-pasar Jakarta,” ucap Pramono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya