Rilis laporan keuangan sejumlah emiten perbankan akan mempengaruhi pergerakan indeks saham. Selain itu, pelaku pasar juga mengantisipasi rilis suku bunga acuan/BI Rate pada Kamis pekan ini.
Analis PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Sejumlah rilis laporan keuangan emiten perbankan yang cukup baik akan berdampak positif untuk pergerakan saham.
Selain itu, pasar juga mengantisipasi BI Rate pada Kamis pekan ini. Kiswoyo mengatakan, Bank Indonesia (BI) diharapkan tidak menaikkan suku bunga acuan/BI Rate meski inflasi cukup tinggi mencapai 1,07% pada Januari 2014. Hal itu mengingat inflasi masih wajar mengingat faktor cuaca buruk.
"IHSG bergerak sideway dengan kisaran 4.400-4.600," ujar Kiswoyo, saat dihubungi Liputan6.com, yang ditulis Selasa (11/2/2014).
Sementara itu, Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko mengatakan, BI Rate berpotensi naik dapat menahan momentum kenaikan IHSG ke depan. Meski demikian, sektor saham perkebunan masih dapat dilirik.
Yuganur memproyeksikan, IHSG berada di kisaran support 4.450-4.340-4.270. Sementara itu, IHSG akan berada di level resistance 4.574-4.650.
Rekomendasi Saham
Yuganur merekomendasikan, empat saham yang menjadi pilihannya. Saham-saham tersebut didominasi sektor perkebunan antara lain saham PT BW Plantation Tbk (BWPT), PT London Sumatra Tbk (LSIP), PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
"Buy empat saham tersebut," kata Yuganur.
Sementara itu, Kiswoyo memilih saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). "Rekomendasi buy untuk saham BMRI dan BBRI," ujar Kiswoyo.
Rekomendasi Teknikal
Yuganur mengatakan, konsolidasi selama seminggu di saham SGRO mulai memberikan tanda untuk terjadinya potensi breakout ke target proyeksi selanjutnya di level harga Rp 1.900.
Yuganur merekomendasikan, entry (1) Rp 1.805, entry (2) Rp 1.795, dan cut loss point Rp 1.780.
"Buy untuk saham SGRO, dengan trading targetRp 1.900," tutur Yuganur. (Ahm)
*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com
Analis PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Sejumlah rilis laporan keuangan emiten perbankan yang cukup baik akan berdampak positif untuk pergerakan saham.
Selain itu, pasar juga mengantisipasi BI Rate pada Kamis pekan ini. Kiswoyo mengatakan, Bank Indonesia (BI) diharapkan tidak menaikkan suku bunga acuan/BI Rate meski inflasi cukup tinggi mencapai 1,07% pada Januari 2014. Hal itu mengingat inflasi masih wajar mengingat faktor cuaca buruk.
"IHSG bergerak sideway dengan kisaran 4.400-4.600," ujar Kiswoyo, saat dihubungi Liputan6.com, yang ditulis Selasa (11/2/2014).
Sementara itu, Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko mengatakan, BI Rate berpotensi naik dapat menahan momentum kenaikan IHSG ke depan. Meski demikian, sektor saham perkebunan masih dapat dilirik.
Yuganur memproyeksikan, IHSG berada di kisaran support 4.450-4.340-4.270. Sementara itu, IHSG akan berada di level resistance 4.574-4.650.
Rekomendasi Saham
Yuganur merekomendasikan, empat saham yang menjadi pilihannya. Saham-saham tersebut didominasi sektor perkebunan antara lain saham PT BW Plantation Tbk (BWPT), PT London Sumatra Tbk (LSIP), PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
"Buy empat saham tersebut," kata Yuganur.
Sementara itu, Kiswoyo memilih saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). "Rekomendasi buy untuk saham BMRI dan BBRI," ujar Kiswoyo.
Rekomendasi Teknikal
Yuganur mengatakan, konsolidasi selama seminggu di saham SGRO mulai memberikan tanda untuk terjadinya potensi breakout ke target proyeksi selanjutnya di level harga Rp 1.900.
Yuganur merekomendasikan, entry (1) Rp 1.805, entry (2) Rp 1.795, dan cut loss point Rp 1.780.
"Buy untuk saham SGRO, dengan trading targetRp 1.900," tutur Yuganur. (Ahm)
*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com