Paraguay vs Prancis: Les Blues Salah Besar Jika Remehkan La Albirroja!

Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps mengharamkan anak asuhnya untuk menyeplekan Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 04 Juli 2026, 15:00 WIB
France's Kylian Mbappe (10) reacts after scoring his team's second goal during the World Cup Group I soccer match between France and Iraq in Philadelphia, Monday, June 22, 2026. (AP Photo/Petr David Josek)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan Paraguay jelang pertemuan kedua tim pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Minggu (5/7) besok. Menurutnya, keberhasilan Paraguay melaju sejauh ini bukan semata-mata karena permainan agresif, melainkan berkat kualitas yang mereka miliki sebagai sebuah tim.

Timnas Prancis melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 tanpa halangan berarti. Les Bleus mengalahkan Swedia di babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan skor telak 3-0.

Berdasarkan bagan yang ditetapkan oleh FIFA, Timnas Prancis akan berhadapan dengan Timnas Praguay di babak 16 besar.Paraguay memastikan tiket ke babak 16 besar setelah menyingkirkan salah satu unggulan juara, Jerman melalui adu penalti di fase 32 besar.

Sebelumnya, La Albirroja lolos dari fase grup sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik, setelah bersaing dengan Amerika Serikat, Australia, dan Turki.

Simak komentar Deschamps soal Paraguay di bawah ini.


Paraguay Tim Kuat

Pemain Timnas Paraguay merayakan saat Orlando Gill #12 dari Paraguay menyelamatkan penalti keempat Jerman yang diambil oleh Nick Woltemade #11 dari Jerman selama adu penalti pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Paraguay di Stadion Boston pada 30 Juni 2026 di Foxborough, Massachusetts. (Megan Briggs/Getty Images melalui AFP)

Dalam konferensi persnya, Deschamps menilai pencapaian Paraguay bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Ia pun tidak sepakat jika kesuksesan tim asal Amerika Selatan itu hanya dikaitkan dengan permainan yang agresif.

"Paraguay bukan tim yang tiba-tiba muncul begitu saja. Seperti tim-tim Amerika Selatan lainnya, mereka memiliki semangat juang yang besar. Namun, agresivitas saja tidak akan memenangkan sebuah pertandingan," ujar Deschamps dalam konferensi pers.

"Mereka adalah tim yang sangat memahami cara bermain sepak bola. Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas seperti Julio Enciso dan Miguel Almiron. Mereka sudah lama bermain bersama, saling mengenal, dan menjalankan permainan dengan sangat baik. Namun, kekuatan mereka tidak hanya itu."


Laga Penuh Kenangan

6. Didier Deschamps – Pelatih Timnas Prancis ini telah mengukir catatan pribadi yang mengesankan. Dia adalah salah satu sosok yang berhasil menjadi juara Piala Dunia baik sebagai pemain dan pelatih. (AFP/Franck Fife)

Pertemuan kali ini juga membangkitkan kenangan Deschamps terhadap duel Prancis melawan Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 1998. Saat itu, Deschamps masih menjadi pemain dan membawa Les Bleus menang berkat golden goal Laurent Blanc.

"Para pemain saya saat ini bahkan belum lahir pada masa itu, tetapi saya masih mengingatnya dengan jelas. Itu adalah momen yang sangat penting bagi saya dan juga bagi Prancis. Pertandingannya sangat sulit dan menjadi bagian dari sejarah sepak bola, khususnya sejarah Piala Dunia."

"Hari ini kami menghadapi pertandingan yang berbeda, tetapi kualitas yang dimiliki Paraguay tetap sama," tutup Deschamps.

Sumber: FIFA

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya