Pergerakan indeks saham diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan saham awal pekan ini. Sentimen rilis data ekonomi dari regional diperkirakan mempengaruhi pergerakan indeks saham.
Analis PT Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja menuturkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat di level 4.432-4.494 pada Senin (10/2/2014).
Sejumlah rilis data ekonomi regional dan global diperkirakan mempengaruhi perdagangan saham. Dari China akan dirilis data jumlah pinjaman selama Januari 2014. Sementara itu, Jepang juga akan merilis neraca berjalan yang diperkirakan defisit sebesar 321 miliar yen.
Sedangkan tingkat pengangguran Amerika Serikat (AS) dan data non-farm payrolls juga akan memberikan sentimen ke bursa saham. Sementara itu, Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko mengatakan, pelaku pasar mewaspadai aksi jual yang mendadak karena pengaruh sentimen negatif dari regional.
"Waspadai potensi reversal arah pasar dan disiplin terhadap cut loss point," ujar Yuganur, dalam ulasannya, Senin pekan ini.
Yuganur memproyeksikan, IHSG berada di level support 4.340-4.270-4.180. Sementara itu, IHSG akan berada di level resistance 4.510-4.610-4.750.
Sedangkan Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG masih berpeluang besar untuk menggapi kembali titik resistance dengan target IHSG jangka menengah 4.510. Hal itu dipicu dari aksi beli yang cukup besar pada Jumat pekan lalu.
"IHSG pada awal pekan berada di kisaran 4.404-4.510," kata William.
Rekomendasi Saham
William memilih sejumlah saham yang dapat dicermati pada awal pekan ini. Saham-saham itu antara lain PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
Sedangkan Christandi mengatakan, ada empat saham yang dapat diperhatikan yaitu saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), ASII, PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Rekomendasi Teknikal
Yuganur memilih saham BBRI untuk dicermati. Menurut Yuganur, koreksi minor pullback pasca breakout dari formasi konsolidasi di emiten perbankan BUMN ini dapat dijadikan kesempatan akumulasi. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi upswing kembali.
Yuganur merekomendasikan, entry (1) Rp 8.350, entry (2) Rp 8.250, dan cut loss point Rp 8.150.
"Rekomendasi buy dengan trading target Rp 8.850," kata Yuganur. (Ahm)
Analis PT Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja menuturkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat di level 4.432-4.494 pada Senin (10/2/2014).
Sejumlah rilis data ekonomi regional dan global diperkirakan mempengaruhi perdagangan saham. Dari China akan dirilis data jumlah pinjaman selama Januari 2014. Sementara itu, Jepang juga akan merilis neraca berjalan yang diperkirakan defisit sebesar 321 miliar yen.
Sedangkan tingkat pengangguran Amerika Serikat (AS) dan data non-farm payrolls juga akan memberikan sentimen ke bursa saham. Sementara itu, Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko mengatakan, pelaku pasar mewaspadai aksi jual yang mendadak karena pengaruh sentimen negatif dari regional.
"Waspadai potensi reversal arah pasar dan disiplin terhadap cut loss point," ujar Yuganur, dalam ulasannya, Senin pekan ini.
Yuganur memproyeksikan, IHSG berada di level support 4.340-4.270-4.180. Sementara itu, IHSG akan berada di level resistance 4.510-4.610-4.750.
Sedangkan Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG masih berpeluang besar untuk menggapi kembali titik resistance dengan target IHSG jangka menengah 4.510. Hal itu dipicu dari aksi beli yang cukup besar pada Jumat pekan lalu.
"IHSG pada awal pekan berada di kisaran 4.404-4.510," kata William.
Rekomendasi Saham
William memilih sejumlah saham yang dapat dicermati pada awal pekan ini. Saham-saham itu antara lain PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
Sedangkan Christandi mengatakan, ada empat saham yang dapat diperhatikan yaitu saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), ASII, PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Rekomendasi Teknikal
Yuganur memilih saham BBRI untuk dicermati. Menurut Yuganur, koreksi minor pullback pasca breakout dari formasi konsolidasi di emiten perbankan BUMN ini dapat dijadikan kesempatan akumulasi. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi upswing kembali.
Yuganur merekomendasikan, entry (1) Rp 8.350, entry (2) Rp 8.250, dan cut loss point Rp 8.150.
"Rekomendasi buy dengan trading target Rp 8.850," kata Yuganur. (Ahm)