Rupiah Sentuh Level Terbaik dalam Satu Bulan Terakhir

Rupiah menguat ke level tertinggi selama satu bulan terakhir menyusul tingginya keyakinan defisit transaksi berjalan RI akan menyusut.

oleh Siska Amelie F DeilDiterbitkan 07 Februari 2014, 11:07 WIB
Rupiah menguat ke level tertinggi dalam sepekan selama satu bulan terakhir menyusul tingginya keyakinan jika defisit transaksi berjalan Indonesia akan menyusut.

Optimisme tersebut muncul setelah Indonesia melaporkan data surplus perdagangan terbesar selama dua tahun terakhir dan meningkatnya cadangan devisa negara.

Seperti dikutip dari data valuta asing (valas) Bloomberg, Jumat (7/2/2014), rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) untuk satu bulan tercatat  menguat 1,4% pekan ini menjadi US$ 12.048 per dolar AS pada perdagangan pukul 8.31 di Jakarta.

Angka tersebut merupakan level tertinggi dalam sepekan sejak 10 Januari. Sementara kontrak perdagangan rupiah di pasar bank domestik menguat 1% lebih tinggi dibandingkan nilai tukar di pasar asing.

Rupiah di pasar bank domestik menguat 0,3% sejak akhir Januari ke level 12.178. Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasar NDF dan domestik kompak menguat 0,1% pada perdagangan hari ini.

"Data ekonomi yang melampaui ekspektasi pekan ini berdampak sangat positif pada rupiah. Pasar keuangan saat ini tengah menanti data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) untuk memprediksi langkah bank sentral AS selanjutnya," ungkap pakar strategi valuta asing di Australia & New Zealand Banking Group Ltd., Irene Cheung di Singapura.

Kemungkinan besar, para pengusaha AS menambah 180 ribu tenaga kerja bulan lalu. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan 74 ribu lowongan pekerjaan yang tersedia pada Desember.

Selain itu volatilitas rupiah satu bulan ke depan, tercatat naik empat basis poin pekan ini ke level 12,74% pekan ini. Sementara pada perdagangan hari ini, volatilitas rupiah meningkat 17 basis poin atau 0,17%.

Association of Banks di Singapura mencatat kurs rupiah di pasar NDF menyentuh level 11.998 pada 30 Januari dari level 12.171 per dolar AS pada perdagangan kemarin. (Sis/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya