Layakny manusia biasa, pemain sepakbola memiliki sisi lain. Di antara pemain tersebut ternyata memiliki otak encer yang membuat mereka memiliki kelebihan selain mengolah bola.
Nilai tambah tersebut membuat para pemain itu memiliki profesi sampingan di luar lapangan hijau. Mulai menjadi dokter hingga bekerja sebagai peneliti luar angkasa bahkan ada yang memutuskan kuliah untuk mendalami ilmu tertentu.
Berikut 5 pemain pintar dalam sepakbola dirangkum dari berbagai sumber:
1. Socrates
Nilai tambah tersebut membuat para pemain itu memiliki profesi sampingan di luar lapangan hijau. Mulai menjadi dokter hingga bekerja sebagai peneliti luar angkasa bahkan ada yang memutuskan kuliah untuk mendalami ilmu tertentu.
Berikut 5 pemain pintar dalam sepakbola dirangkum dari berbagai sumber:
1. Socrates
Mendiang Socrates dikenang tidak hanya sebagai pemain papan atas di Brasil, tetapi juga seorang dokter. Dia memegang gelar dokter dari Universitas Faculdade de Medicine de Ribeiro Preto. Setelah pensiun dari sepakbola, dia mengambil spesial dokter di Ribeirao Preto.
Selama berkiprah di sepakbola, Socrates mengantarkan Brasil menempati peringkat dua Copa America 1983. Bersama pemain legendaris Tim Samba, Socrates masuk dalam daftar 100 pemain terbaik FIFA. Socrates juga merebut gelar South America Footballer of The Year 1983.
2. Shaka Hislop
Tidak ada yang pernah menyangka, kiper Newcastle United itu sempat bekerja di NASA dengan beberapa ilmuwan papan atas dunia di Space Station Freedom. Bahkan, dia sempat menjadi kandidat astronot. Hislop sempat menempuh pendidikan di Washington dan memiliki gelar insinyur mesin.
Kepandaian Hislop berbanding lurus dengan kiprahnya sebagai penjaga gawang. Pemain asal Inggris itu mencapai masa keemasan di pertengan 1990-an dengan mengantarkan The Magpies merebut gelar Premie League dua musim beruntun 1995-96 dan 1996-97.
Tidak ada yang pernah menyangka, kiper Newcastle United itu sempat bekerja di NASA dengan beberapa ilmuwan papan atas dunia di Space Station Freedom. Bahkan, dia sempat menjadi kandidat astronot. Hislop sempat menempuh pendidikan di Washington dan memiliki gelar insinyur mesin.
Kepandaian Hislop berbanding lurus dengan kiprahnya sebagai penjaga gawang. Pemain asal Inggris itu mencapai masa keemasan di pertengan 1990-an dengan mengantarkan The Magpies merebut gelar Premie League dua musim beruntun 1995-96 dan 1996-97.
3. Barry Horne
Pemain asal Inggris, Barry Horne menjadi aktor penting di balik sukses Everton meraih gelar Piala FA tahun 1996. Gol cantik ke gawang Wimbledon musim 1993-94 mengantarkan Everton keluar dari zona degradasi.
Selain piawai membobol gawang lawan, Horne juga jago menghitung. Horne mengantongi gelar sarjana di bidang Kimia dari University of Liverpool. Setelah gantung sepatu, Horne bekerja sebagai guru Kimia di The King's School, Chester dan sempat menjadi manajer klub sepakbola, Wrexham. Horne tutup usia pada usia 49 tahun karena serangan jantung.
Pemain asal Inggris, Barry Horne menjadi aktor penting di balik sukses Everton meraih gelar Piala FA tahun 1996. Gol cantik ke gawang Wimbledon musim 1993-94 mengantarkan Everton keluar dari zona degradasi.
Selain piawai membobol gawang lawan, Horne juga jago menghitung. Horne mengantongi gelar sarjana di bidang Kimia dari University of Liverpool. Setelah gantung sepatu, Horne bekerja sebagai guru Kimia di The King's School, Chester dan sempat menjadi manajer klub sepakbola, Wrexham. Horne tutup usia pada usia 49 tahun karena serangan jantung.