Tantangan untuk Inggris di Babak 16 Besar: Main di Ketinggian 2.240 mdpl

Inggris menghadapi tantangan berat melawan Meksiko di babak 16 Besar Piala Dunia 2026

oleh Asad ArifinDiterbitkan 04 Juli 2026, 03:30 WIB
Pelatih kepala Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan instruksi kepada para pemainnya saat pertandingan Grup L Piala Dunia antara Inggris dan Kroasia di Arlington, Texas, dekat Dallas, Kamis 18 Juni 2026. (AP Photo/Jessica Tobias)

Liputan6.com, Jakarta - Inggris sukses melangkah ke babak 16 Besar Piala Dunia 2026 dan kini bersiap menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Tim asuhan Thomas Tuchel akan berhadapan dengan tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca pada 6 Juli mendatang.

Laga ini diprediksi tidak hanya ditentukan oleh kualitas kedua tim. Faktor nonteknis diyakini bakal memainkan peran besar, terutama karena pertandingan berlangsung di Mexico City yang berada di ketinggian sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut.

Bermain di dataran tinggi membuat kadar oksigen lebih rendah dibanding wilayah lain. Situasi tersebut berpotensi memengaruhi stamina dan performa pemain yang belum terbiasa dengan kondisi tersebut.

Tuchel pun mengakui Inggris datang dengan modal yang tidak ideal. Selain harus menghadapi dukungan fanatik publik Meksiko, The Three Lions juga dituntut beradaptasi dengan kondisi yang sejak awal lebih menguntungkan lawan.


Dataran Tinggi Azteca Jadi Keuntungan Besar Meksiko

Piala Dunia 2026 dimulai dengan pertandingan pembuka antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Jumat (12/06/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Antonio Felix)

Stadion Azteca dikenal sebagai salah satu venue paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia. Namun, bagi tim tamu, stadion tersebut juga menjadi tantangan fisik karena letaknya berada di kawasan dataran tinggi.

Mexico City memiliki ketinggian rata-rata sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi tersebut, ketersediaan oksigen lebih sedikit sehingga pemain yang belum beradaptasi berisiko lebih cepat mengalami kelelahan.

Keuntungan itu semakin besar karena Meksiko sudah terbiasa bermain di lingkungan serupa. Dari empat pertandingan mereka di Piala Dunia 2026, tiga di antaranya dimainkan di Stadion Azteca, sedangkan satu laga lainnya berlangsung di Guadalajara yang juga berada pada ketinggian sekitar 1.566 meter.

Idealnya, atlet membutuhkan waktu satu hingga dua pekan untuk beradaptasi di dataran tinggi. Selama proses itu, tubuh akan meningkatkan produksi sel darah merah agar distribusi oksigen menjadi lebih optimal.


Kerugian untuk Timnas Inggris

Kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 John Stones, bek Inggris #06, Marc Guehi, gelandang Inggris #04, Declan Rice, bek Inggris #03, Luke Shaw, gelandang Inggris #11, Phil Foden, gelandang Inggris #26, Kobbie Mainoo, penyerang Inggris #07, Bukayo Saka, gelandang Inggris #10, Jude Bellingham, dan bek Inggris #02, Kyle Walker, menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan final Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion di Berlin pada 14 Juli 2024. (Adrian DENNIS/AFP)

Inggris jelas tidak memiliki waktu sebanyak itu. Skuad Thomas Tuchel baru dijadwalkan tiba di Mexico City pada Jumat, hanya dua hari sebelum pertandingan berlangsung.

Pelatih asal Jerman tersebut tidak menutupi kenyataan bahwa timnya berada dalam posisi yang kurang menguntungkan. Ia menilai adaptasi fisik dalam waktu singkat nyaris mustahil dilakukan.

Lanjut Baca:

"Ketinggian akan menjadi kerugian besar karena kami tidak dapat beradaptasi secara fisik dan dalam empat hari, itu mustahil. Mungkin akan ada lebih banyak rintangan, tetapi kami siap untuk itu," kata Tuchel. "Pemahaman saya adalah bahwa kami tidak dapat beradaptasi dengan ketinggian. Itu adalah keuntungan besar yang akan dimiliki Meksiko," ucap eks manajer Chelsea tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya