Liputan6.com, Amsterdam - Pemerintah Belanda tengah menyiapkan organisasi khusus untuk mendeteksi dan melawan campur tangan asing dalam penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu). Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas demokrasi di tengah meningkatnya ancaman manipulasi informasi dari luar negeri.
Menteri Dalam Negeri Belanda Pieter Heerma mengatakan pemerintah sedang menyusun regulasi sekaligus membentuk lembaga yang bertugas mengidentifikasi secara sistematis berbagai bentuk manipulasi informasi dan intervensi asing terhadap proses pemilu.
Advertisement
"Saya tengah mengupayakan legislasi dan pembentukan organisasi yang dapat secara sistematis mendeteksi manipulasi dan campur tangan informasi asing," kata Heerma dalam surat kepada parlemen, seperti dikutip NL Times, Kamis (2/7/2026).
Menurut laporan tersebut, model lembaga serupa telah lebih dulu diterapkan di Prancis, Jerman, dan Swedia sebagai bagian dari strategi menghadapi ancaman disinformasi dan pengaruh asing terhadap proses demokrasi.
Pemerintah Belanda mulai memperkuat sistem pengamanan pemilu setelah muncul laporan mengenai upaya memengaruhi pemilih di luar negeri melalui penyebaran informasi palsu secara daring selama penyelenggaraan pemilihan tingkat kota.
Selain membentuk badan khusus, kabinet Belanda juga berencana mengubah format surat suara mulai pemilu 2029, dikutip dari Antara News, Sabtu (4/7).
Dalam sistem baru tersebut, surat suara hanya akan menampilkan nama partai politik dan nomor urut kandidat, tanpa mencantumkan nama calon secara lengkap. Pemerintah menilai format itu lebih sederhana dan telah diuji coba di sejumlah kotamadya dengan hasil yang dinilai memuaskan.
Perubahan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut sebelum diterapkan secara nasional.
Sebelumnya, pada Maret lalu, media lokal Rijnmond melaporkan otoritas di Kota Gorinchem meluncurkan penyelidikan atas dugaan kecurangan dalam pemilihan umum tingkat kota. Kasus itu turut mendorong pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap potensi gangguan terhadap proses demokrasi, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.