Tarif Transjakarta Diusulkan Jadi Rp 5.000

DTKJ mengusulkan penyederhanaan tarif Transjakarta menjadi dua kelompok.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 03 Juli 2026, 16:05 WIB
Bus Transjakarta saat melintasi jalur koridor I di Jakarta, Rabu (19/2/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan penyederhanaan tarif Transjakarta menjadi dua kelompok, yakni tarif layanan di dalam Jakarta sebesar Rp 5.000 dan tarif Transjabodetabek sebesar Rp 10.000.

Ketua DTKJ periode 2026–2029, Sugihardjo, mengatakan usulan tersebut merupakan hasil kajian sekaligus tindak lanjut dialog publik yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pengamat tata kota.

"DTKJ mengusulkan tarif disederhanakan menjadi hanya dua kelompok. Tarif dalam wilayah Jakarta berlaku untuk seluruh layanan Transjakarta, baik Mikrotrans, BRT, maupun non-BRT. Sedangkan kelompok kedua untuk layanan Transjabodetabek," kata Sugihardjo.

Menurut dia, dengan skema baru tersebut penumpang cukup membayar Rp 5.000 untuk seluruh perjalanan Transjakarta di dalam Jakarta tanpa dikenakan tarif tambahan saat berpindah layanan.

"Selama ini tarif BRT Rp 3.500, lalu jika lanjut ke non-BRT totalnya bisa Rp 7.000. Dengan tarif Rp 5.000, penumpang justru lebih hemat," ujarnya.

 

Tarif Transjabodetabek

DTKJ juga mengusulkan tarif Transjabodetabek sebesar Rp 10.000. Ia menyebut tarif tersebut juga mencakup integrasi layanan sehingga penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Transjakarta, bahkan ke depan diharapkan terhubung dengan MRT dan LRT.

"Yang luar kota itu jadinya Rp 10.000, apalagi nanti kalau misalnya kita mendorong sebetulnya integrasinya bukan sesama moda transportasi jalan, tapi dengan LRT dan MRT. Kalau TransJabodetabeknya digabungkan lagi ke situ berarti kan sudah integrasi semua moda," ungkapnya.

Meski begitu, Sugihardjo menegaskan penyesuaian tarif harus dibarengi peningkatan kualitas layanan. Ia bilang, hal itu menjadi syarat utama agar masyarakat tetap memilih transportasi umum.

"Kami mendorong untuk adanya penyesuaian tarif tapi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Nah ini kami sudah usulkan," tandas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya