Liputan6.com, Jakarta - Akses kepemilikan hunian pertama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) kini semakin diperluas. Kemudahan ini menyasar pekerja di sektor informal, termasuk para mitra ojek online (ojol), melalui skema KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
"Langkah konkret ini diambil demi membuka peluang yang lebih lebar bagi para pekerja informal dalam mendapatkan rumah pertama mereka," ucap Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Advertisement
Sid menjelaskan bahwa dalam menyukseskan program kepemilikan hunian bagi mitra pengemudi ini, BP Tapera menggandeng PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
Melalui kolaborasi tersebut, BP Tapera berkomitmen meningkatkan jangkauan program KPR Sejahtera FLPP ke lingkungan mitra pengemudi. Strategi yang digunakan adalah dengan memperkuat edukasi serta sosialisasi mengenai pembiayaan hunian bersubsidi tersebut.
Berbagai upaya akan diterapkan, di antaranya menyebarkan informasi lewat aplikasi khusus mitra, mengadakan sosialisasi berkala, saling bertukar data, hingga melakukan kampanye edukasi secara masif. "Tujuannya supaya makin banyak pengemudi ojol yang berkesempatan mempunyai tempat tinggal pertama yang nyaman, bermutu, dan harganya ramah di kantong," tambahnya.
Meski begitu, Sid menegaskan bahwa BP Tapera tetap menerapkan proses penyaringan dan penilaian kelayakan yang ketat kepada tiap pemohon. Hal ini dilakukan agar bantuan dana yang dikucurkan bisa tepat sasaran.
"Kami akan memvalidasi dan memeriksa data para pengemudi yang mengajukan diri. Hasil dari proses inilah yang menjadi acuan utama untuk menilai apakah pemohon layak maju ke tahap pembiayaan rumah berikutnya," jelas Sid.
Kriteria dan Syarat Pengajuan
BP Tapera akan menyaring calon penerima manfaat berdasarkan beberapa tolok ukur, antara lain:
- Berusia antara 21 hingga 45 tahun.
- Memiliki rekam jejak performa yang baik dalam menyelesaikan pesanan (trip).
- Memenuhi standar waktu aktif atau jam kerja (online) dalam kurun waktu satu bulan.
- Berstatus sebagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan belum pernah mempunyai rumah pribadi sebelumnya.
Sid juga mengingatkan bahwa kesuksesan program ini tidak cuma bermodal kemudahan akses dana, tetapi juga harus dibarengi dengan pemahaman keuangan yang baik dari para mitranya.
"Edukasi finansial ini wajib diberikan secara konsisten, baik kepada pengemudi maupun pihak keluarga. Mereka harus paham cara mengatur keuangan dengan cerdas, memangkas biaya yang kurang penting, serta menjaga riwayat kredit tetap bersih agar pengajuan pembiayaan properti ini berjalan lancar," pungkasnya.