Liputan6.com, Jakarta - Nama Boby Berliandika dikenal publik setelah mengikuti ajang pencarian bakat X Factor Indonesia. Penyanyi kelahiran Situbondo, 19 Oktober 1995, itu kini menjalani banyak peran sebagai produser musik, kreator konten, pengusaha, serta pendiri manajemen artis Berlian Entertainment. Perjalanan Boby Berliandika tak lepas dari kehadiran istri, Putri Imelia. Oktober 2024, mereka menikah. September 2025, pasutri ini dikaruniai seorang putri bernama Ruby Berliandika. Kehadiran anak menandai babak baru dalam karier Boby Berliandika.
“Tanggal 12 September 2025 momen yang enggak akan pernah saya lupakan. Ruby lahir di Malang, jauh dari kampung halaman kami, Situbondo, tapi itu yang bikin perjalanan ini terasa spesial buat keluarga kecil kami,” katanya dalam wawancara daring pada 2 Juli 2026. Kehadiran Ruby Berliandika memengaruhi arah konten digital yang dibangun pasangan ini. Kehidupan sehari-hari kini rutin dibagikan Boby Berliandika di berbagai platform medsos, dari momen bareng keluarga, aktivitas karier, hingga sederet pesan positif untuk netizen.
Advertisement
Keputusan Boby Berliandika terjun ke dunia manajemen artis bukan tanpa alasan. Pesohor dengan 270 ribuan pengikut di Instagram itu ingin membuka jalan bagi talenta-talenta muda dari daerah agar punya peluang mengembangkan karier seperti yang pernah dirasakannya.
“Saya ingin apa yang saya alami di X Factor dulu bisa jadi jalan buat orang lain juga,” ujar Boby Berliandika. Di sisi lain, Putri Imelia tak hanya mendampingi suami mengelola Berlian Entertainment. Ia mengembangkan UMKM di sektor kuliner lewat Berlian's Food.
Turun Langsung
Selain sibuk di dunia seni dan bisnis, Boby Berliandika serta Putri Imelia aktif turun langsung ke berbagai kegiatan sosial. Keduanya kerap menyambangi kelompok lansia dan warga kurang mampu di sekitar Situbondo.
Tak hanya memberi bantuan materi, Boby Berliandika dan Putri Imelia meluangkan waktu untuk mendengar cerita serta keluh kesah warga. “Kami sering turun langsung ke lapangan, ketemu lansia dan warga kurang mampu di sekitar Situbondo,” ucap Boby Berliandika.
Bukan Cuma Soal Bantu Materi
“Bukan cuma soal bantu-bantu materi, tapi juga hadir untuk mendengar cerita mereka. Itu yang membuat kami merasa karier kami ada gunanya,” Putri Imelia menyambung, kemudian membahas kekuatan digitalisasi.
Bagi Boby Berliandika dan Putri Imelia, medsos bukan sekadar sarana hiburan, melainkan alat berkarya, berbisnis, dan menyampaikan edukasi ke publik. Lewat digitalisasi, mereka mengembangkan karier sekaligus unit usaha.
Bangun Usaha Lewat Medsos
Boby Berliandika menegaskan fokus konten digital yang dibangun tak akan berhenti pada dokumentasi kehidupan keluarga tapi untuk mengedukasi anak muda di daerah agar mampu memanfaatkan peluang digitalisasi dalam membangun usaha.
“Target ke depan, konten yang kami buat bukan cuma soal keseharian keluarga, tapi edukasi cara membangun usaha lewat medsos. Banyak anak muda di daerah yang punya potensi tapi belum tahu cara memanfaatkan digitalisasi,” tutup Boby Berliandika.