Piala Dunia Buka 40.000 Lapangan Kerja Baru di AS

Di tengah ketidakpastian ekonomi, penyelenggaraan Piala Dunia di AS sukses mendongkrak pasar kerja dengan membuka 40.000 lapangan kerja baru pada Juni.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 03 Juli 2026, 05:34 WIB
Winger Norwegia Antonio Nusa rayakan gol ke gawang Pantai Gading pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.(AFP/Paul Ellis)

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggaraan Piala Dunia di Amerika Serikat membawa angin segar bagi warga setempat. Di tengah situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian, mega-event sepak bola ini hadir sebagai stimulus yang membuka puluhan ribu lapangan kerja baru. 

Bahkan, laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan Juni yang dirilis Kamis waktu setempat diprediksi bakal mencatat angka rekrutmen yang jauh lebih tinggi di atas perkiraan awal pasar. Salah satu bank investasi raksasa dunia, Goldman Sachs, memproyeksikan bahwa euforia Piala Dunia menjadi magnet utama di balik fenomena ini.

Sebelumnya, para ekonom sempat memproyeksikan pasar tenaga kerja non-pertanian (non-farm payrolls) AS akan agak lesu dan hanya bertambah sekitar 115.000 orang. Angka tersebut terhitung turun drastis dibanding bulan Mei yang sempat menyentuh angka 172.000. Namun, prediksi semenjana itu langsung dipatahkan oleh realitas di lapangan.

Mengutip laman CNBC, Jumat (3/7/2026), Goldman Sachs melihat peluang hasil yang jauh lebih tinggi. Berdasarkan data dari Homebase, perusahaan penyedia layanan penggajian untuk usaha kecil, penyelenggaraan Piala Dunia diperkirakan ikut mendongkrak perekrutan tenaga kerja hingga sekitar 40.000 pekerjaan pada bulan lalu.

Data Homebase menunjukkan bahwa aktivitas perekrutan di AS secara umum memang melambat pada Juni. Meski begitu, situasi di 11 kota tuan rumah Piala Dunia justru menunjukkan ketahanan; penurunannya hanya 1,2 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara di kota-kota lain yang bukan tuan rumah, penurunan rekrutmen merosot tajam hingga 3,5 persen.

Lonjakan Rekrutmen di Sektor Perhotelan

Pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun (20), merayakan gol dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis (2/7/2026). (AP Photo/Jeff Chiu)

Secara spesifik, aktivitas perekrutan di sektor perhotelan melonjak hingga 9,5 persen. Kenaikan signifikan ini diduga kuat merupakan dampak langsung dari meningkatnya mobilitas dan omzet selama penyelenggaraan Piala Dunia.

Ekonom Goldman Sachs, Ronnie Walker dan Jessica Rindels memaparkan bahwa berdasarkan pola historis pada penyelenggaraan Piala Dunia edisi-edisi sebelumnya, ajang olahraga sebesar ini memang berpotensi menyuntikkan sekitar 40.000 pekerjaan baru pada bulan Juni.

Dampak positif tersebut diperkirakan paling terasa pada tiga sektor utama yaitu sektor rekreasi dan perhotelan (hospitality), jasa profesional dan bisnis dan sektor perdagangan serta transportasi

Berkat efek domino dari turnamen sepak bola akbar ini, Goldman Sachs memperkirakan jumlah tenaga kerja non-pertanian AS secara total akan bertambah sekitar 140.000 pekerjaan pada Juni. Meskipun angka ini masih lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, pencapaian tersebut jauh lebih baik ketimbang performa Juni 2025 yang sempat mencatat rapor merah berupa hilangnya 20.000 pekerjaan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya