Liputan6.com, Manama - Seorang anggota awak helikopter Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan hilang setelah helikopter yang ditumpanginya melakukan pendaratan darurat di Laut Arab. Insiden tersebut menjadi kecelakaan penerbangan terbaru yang dialami militer AS di tengah konflik dengan Iran.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (2/7/2026), pejabat Angkatan Laut AS menyatakan tiga dari empat awak helikopter berhasil ditemukan dalam kondisi stabil. Sementara itu, operasi pencarian terhadap satu awak lainnya masih terus dilakukan.
Advertisement
Pihak Angkatan Laut menyebut tidak ada indikasi helikopter tersebut jatuh akibat tembakan musuh. Namun, penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan, dikutip dari Washington Post, Kamis (2/7).
Militer AS juga tidak mengungkap misi yang sedang dijalankan awak saat kejadian berlangsung.
Helikopter yang mengalami insiden merupakan jenis MH-60S Sea Hawk, yang bertugas di kapal induk USS George H.W. Bush. Helikopter ini digunakan untuk berbagai misi, termasuk peperangan antikapal, pengangkutan personel, serta distribusi logistik.
Insiden tersebut menambah daftar kecelakaan yang dialami armada udara AS sejak perang dengan Iran pecah pada akhir Februari.
Menurut data militer AS, sedikitnya 43 pesawat telah ditembak jatuh, mengalami kecelakaan, atau rusak selama konflik berlangsung. Di antaranya, sebuah helikopter Black Hawk terkena tembakan pasukan Iran pada Juni, sementara sebuah jet tempur F-15E ditembak jatuh pada April, yang memicu operasi penyelamatan awak di wilayah Iran.
Sebelumnya, pada Maret, enam personel militer AS juga tewas setelah sebuah pesawat tanker Angkatan Udara jatuh di Irak.