PMN 2026 untuk Difabel Jawab Kebutuhan Dunia Kerja

Program Magang Nasional 2026 membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti pelatihan dan magang di perusahaan mitra.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 01 Juli 2026, 08:33 WIB
Usai sukses melaksanakan program pemagangan nasional di tahun 2025, pemerintah berencana melanjutkan program pemagangan nasional pada 2026. Kuota yang disiapkan minimal 100.000 peserta. (Dok. Kemnaker)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan Program Magang Nasional (PMN) 2026 resmi diluncurkan dengan target melibatkan 150 ribu peserta. Merespons hal itu, Pengamat politik Igor Dirgantara menilai kebijakan pemerintah membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas dalam PMN 2026 merupakan langkah progresif untuk memperluas akses kerja yang inklusif.

Menurut Igor, kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pencari kerja, termasuk penyandang disabilitas.

"Program ini bisa dibilang sebagai salah satu terobosan paling progresif di era pemerintahan Prabowo dalam hal inklusivitas. Dalam hal krusial memberikan kesempatan kerja tidak saja bagi lulusan PT (perguruan tinggi) tapi juga berlaku bagi kelompok difabel," katanya, Rabu (1/7/2026).

Ia menilai program tersebut juga berpotensi menjawab kebutuhan dunia usaha terhadap tenaga kerja yang siap pakai.

Igor mengutip pelaksanaan PMN tahun sebelumnya, di mana sekitar 30 persen dari 100 ribu peserta disebut berhasil direkrut menjadi karyawan tetap oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.

"Ini artinya bahwa program ini mampu menjawab kebutuhan pasar kerja akan tenaga kerja yang siap pakai," ujarnya.

Menurut Igor, perluasan peserta PMN 2026 hingga mencakup penyandang disabilitas menjadi nilai tambah, terlebih apabila implementasinya menjangkau daerah di luar Pulau Jawa.

"Dan Presiden Prabowo sejatinya mampu menjawab persoalan utama yang menjadi titik perhatian masyarakat Indonesia," pungkasnya.

 

Target Libatkan 150 Ribu Peserta.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan Program Magang Nasional (PMN) 2026 resmi diluncurkan dengan target melibatkan 150 ribu peserta.

Teddy mengatakan, program yang memasuki tahun kedua itu tidak lagi hanya diperuntukkan bagi lulusan perguruan tinggi, tetapi juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas.

"(Peserta PMN) dilatih dan didampingi oleh mentor atau pekerja senior perusahaannya agar skillnya bertambah. Tahun ini juga tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga dari profesi dan saudara kita dari difabel," kata Teddy.

Peserta PMN akan menjalani program magang selama enam bulan di perusahaan mitra. Selama mengikuti program tersebut, peserta akan menerima uang saku atau gaji sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, menyesuaikan upah minimum kabupaten/kota tempat mereka ditempatkan.

Infografis 8 Transformasi Budaya Kerja Nasional dan Gerakan Hemat Energi. (Liputan6.com/Abdillah)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya