Liputan6.com, Jakarta - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memutuskan pembagian dividen tunai perdana dengan total Rp 58,6 miliar atau Rp 1,5 per saham (11,4% dari laba inti 2025 sebesar Rp 514,5 miliar). Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2026.
Direktur Darma Henwa, Ricardo Silaen, menjelaskan untuk 2025, Perseroan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 4,3 triliun, termasuk one–off item dari goodwill negatif yang berkaitan dengan konsolidasi Gayo Mineral Resources serta kerugian penjualan aset dan persediaan non-produktif.
Advertisement
Ricardo Silaen mengatakan, pembagian dividen perdana ini merupakan apresiasi terhadap dukungan pemegang saham dan menunjukkan optimisme Perseroan terhadap prospek jangka panjang. Adapun tanggal pendistribusian dividen final tunai dijadwalkan pada 31 Juli 2026.
"Pembagian dividen ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah Perseroan, mencerminkan fundamental Perseroan yang semakin kuat sekaligus keyakinan kami terhadap prospek usaha ke depan. Kami akan terus menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada para pemegang saham dan investasi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” kata Ricardo dalam keterangan resmi DEWA, Selasa (30/6/2026).
Ia optimistis dengan penguatan tata kelola perusahaan, disiplin operasional, serta fokus pada aspek Health, Safety, and Environment (HSE), Perseroan dapat terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Selain menetapkan pembagian dividen perdana, RUPST juga memutuskan menerima laporan tahunan 2025, mengesahkan laporan keuangan 2025, memberikan pembebasan sepenuhnya (acquit et de charge) kepada direksi dan komisaris atas segala tindakan pengurusan dan pengawasan yang dilaksanakan pada 2025, memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk akuntan publik untuk melakukan audit terhadap laporan keuangan yang berakhir di 31 Desember 2026, serta menyetujui susunan serta menyetujui susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.
Susunan Direksi dan Komisaris
Berikut susunan direksi dan dewan komisaris Perseroan yang baru:
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris : Bambang Irawan Hendradi
- Wakil Presiden Komisaris (Independen) : Suadi Atma
- Komisaris : Nalinkant Amratlal Rathod
- Komisaris : Wisnu Wahyudin Pettalolo
- Komisaris : Sorimuda Pulungan
- Komisaris (Independen) : Gories Mere
- Komisaris (Independen) : Agus Suharyono
- Komisaris (Independen) : Karni Ilyas
Dewan Direksi
- Presiden Direktur : Teguh Boentoro
- Direktur : Ahmad Hilyadi
- Direktur : Fredia Yuzirwan
- Direktur : Mahmud Samuri
- Direktur : Mukson Arif Rosyidi
- Direktur : Faruk Fauzi
- Direktur : Anny Tjandra
- Direktur : Joseph Lembayung
- Direktur : Ricardo Silaen
Kantongi Kredit Rp 1 Triliun
Sebelumnya, emiten jasa pertambangan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), secara resmi mengumumkan perolehan fasilitas kredit senilai total Rp 1 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat modal kerja dan mendukung investasi alat berat perusahaan.
Dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (21/12/2025), fasilitas pinjaman tersebut terbagi ke dalam dua skema utama:
Fasilitas Modal Kerja: Sebesar Rp 850 miliar dengan jangka waktu 2 tahun dan suku bunga efektif 7% per tahun.
Fasilitas Kredit Investasi: Sebesar Rp 150 miliar dengan jangka waktu 5 tahun dan suku bunga efektif 7% per tahun.
Alokasi Dana dan Dampak Operasional
Direktur & Sekretaris Perusahaan PT Darma Henwa Tbk, Mukson Arif Rosyidi, menjelaskan bahwa pendanaan ini akan memberikan dampak positif bagi kondisi keuangan dan kegiatan operasional perseroan.
"Fasilitas kredit investasi akan digunakan untuk mendukung pembelian unit alat-alat berat baru," ungkap Mukson dalam laporan tertulisnya.
Sementara itu, dana dari fasilitas modal kerja akan dialokasikan untuk beberapa agenda strategis, di antaranya:
- Mengambil alih secara penuh pekerjaan subkontraktor di proyek PT Kaltim Prima Coal.
- Meningkatkan volume pekerjaan di proyek PT Arutmin Indonesia.
- Mendukung pengembangan proyek perseroan di masa depan.
Manajemen menegaskan bahwa penandatanganan perjanjian ini tidak memiliki dampak negatif terhadap aspek hukum maupun kelangsungan usaha perseroan. Langkah ini justru diharapkan dapat memperkuat posisi Darma Henwa sebagai penyedia jasa penunjang pertambangan dan penggalian di Indonesia.