Thailand dan Indonesia Berbagi Gelar di Hari Pertama Banyuwangi BMX Supercross 2026

Pembalap Thailand dan Indonesia berbagi gelar juara pada hari pertama Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang berlangsung di Sirkuit BMX Internasional Banyuwangi.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 30 Juni 2026, 17:30 WIB
Banyuwangi BMX Supercross 2026. Foto dok. Pemkab Banyuwangi

Liputan6.com, Jakarta - Hari pertama Banyuwangi BMX Supercross 2026 menghadirkan persaingan sengit di Sirkuit BMX Internasional Banyuwangi, Sabtu (27/6/2026). Pada kategori elite, pembalap Thailand dan Indonesia sama-sama berhasil naik ke podium tertinggi setelah mendominasi nomor yang berbeda.

Pebalap Tim Nasional Thailand, Komet Sukprasert, keluar sebagai juara di kelas men elite. Sementara pada nomor women elite, gelar juara berhasil diamankan rider Indonesia, Amellya Nur Sifa.

Di final men elite, Komet menjadi yang tercepat setelah menyelesaikan lintasan supercross sepanjang 465 meter dengan catatan waktu 43 detik. Raihan tersebut mengantarkannya mengungguli dua pembalap Indonesia, Muhammad Fattahillah dan Firman Chandra Alim, yang masing-masing finis di posisi kedua dan ketiga.

Sementara posisi keempat dan kelima ditempati Yosi Saputro serta Rio Akbar, yang juga berasal dari Indonesia.

Komet Sukprasert Bidik Poin UCI Menuju Olimpiade

Banyuwangi BMX Supercross 2026. Foto dok. Pemkab Banyuwangi

Komet mengaku senang bisa kembali berlaga di Banyuwangi setelah terakhir kali tampil sekitar tujuh tahun lalu. Menurutnya, lintasan BMX di Banyuwangi kini jauh lebih menantang dengan standar supercross.

"Saya sudah dua kali datang ke Banyuwangi. Terakhir sekitar tujuh tahun lalu. Sekarang lintasannya sudah menjadi supercross. Track-nya sangat panjang dan sangat bagus. Orang-orang di Banyuwangi juga sangat baik," ujar Komet usai menerima gelar juara dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Ia mengaku persaingan berlangsung ketat karena sebagian besar rivalnya merupakan pembalap yang sudah sering ditemui di berbagai kejuaraan internasional, termasuk SEA Games dan ASEAN BMX Racing Cup.

"Saya datang ke Banyuwangi tujuannya ingin menang. Semua orang datang ke sini untuk menang. Kami juga datang untuk mengejar poin UCI sebagai bagian dari persiapan menuju Olimpiade BMX berikutnya," katanya.

Pembalap Indonesia Tak Kalah Berprestasi

Sementara pembalap Indonesia Muhammad Fattahillah bersyukur mampu memperbaiki pencapaiannya dibanding edisi sebelumnya. Tahun lalu ia finis di posisi keempat dan ketiga, sedangkan kali ini berhasil naik ke podium kedua.

Ia berharap Banyuwangi terus mempertahankan penyelenggaraan BMX Supercross, karena menjadi satu-satunya lintasan supercross di Indonesia yang memenuhi standar internasional.

"Hanya di Banyuwangi satu-satunya track supercross di Indonesia. Track-nya bagus dan memiliki ciri khas sendiri yakni sangat panjang. Jadi butuh endurance yang ekstra, tenaga yang kuat, dan skill yang memadai," ucap dia.

Di women elite, pembalap Timnas Indonesia Amellya Nur Sifa keluar sebagai juara setelah menjadi yang tercepat pada babak final. Posisi kedua ditempati rider Thailand Chutikan Kitwanitsathian.

"Saya tidak pernah absen ikut kejuaraan BMX di Banyuwangi. Karena bagian dari evaluasi performa, sebelum tampil pada UCI BMX Racing World Championships di Brisbane, Australia mendatang," kata peraih medali emas Asian Games 2023 dan ASEAN BMX Racing Cup 2026 itu .

Sepanjang balapan hari pertama, persaingan berlangsung sengit. Sejumlah pembalap bahkan terjatuh akibat tingginya tensi persaingan di lintasan supercross salah satu trek terpanjang di dunia, dengan obstacle 4 height jump serta 2 start gate setinggi 5 dan 8 meter ini. 

Berikut Hasil Banyuwangi BMX Supercross 2026 

Men Elite 

1. Komet Sukprasert (Thailand)

2. Muhammad Fattahillah (Indonesia)

3. Firman Chandra Alim (Indonesia)

4. Yosi Saputro (Indonesia)

5. Rio Akbar (Indonesia)

Women Elite

1. Amellya Nur Sifa (Indonesia)

2. Chutikan Kitwanitsathian (Thailand)

Men Junior

1. Muhammad Bagus Refansha (Indonesia)

2. Muhammad Firmandhika Alhamzah (Indonesia)

3. Muhammad Fernando Van Persie Augusta (Indonesia).

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya