Aset Hanania Group Disita untuk Bayar Ganti Rugi Jemaah

Aset yang disita terdiri atas aset bergerak dan tidak bergerak, yakni tanah, bangunan, serta kendaraan.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 30 Juni 2026, 09:24 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannuddin (kanan) di Polda Metro Jaya. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi).

Liputan6.com, Jakarta - Harapan korban penipuan Hanania Group untuk tetap berangkat umrah masih terbuka. Polda Metro Jaya telah menyita sejumlah aset milik tersangka Ahmad Syah Farhan Rachman (ASFR), termasuk sebidang tanah di Semarang, yang dapat dipakai memulihkan kerugian para jemaah.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannuddin mengatakan, pihaknya telah mengamankan sejumlah aset hasil penelusuran di beberapa daerah.

“Hasil penelusuran aset yang dilakukan oleh penyidik, ada beberapa aset yang sebagian sudah kami laksanakan penyitaan. Ada juga beberapa aset yang sudah kami amankan di beberapa daerah,” kata Iman kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).

Menurut Iman, penyitaan aset tidak hanya untuk kepentingan pembuktian perkara, tetapi juga sebagai upaya mengembalikan kerugian para korban.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu upaya kita untuk memulihkan kerugian korban, atau bisa digunakan oleh korban untuk mengurangi kerugian, atau bahkan harapan kami bisa jadi salah satu upaya memberangkatkan korban kembali,” ujarnya.

Aset yang disita terdiri atas aset bergerak dan tidak bergerak, yakni tanah, bangunan, serta kendaraan. Menurut Iman, sebagian aset tersebut diketahui tercatat atas nama orang lain.

“Ada aset bergerak, ada aset tidak bergerak. Ada tanah, ada bangunan, kemudian kendaraan juga ada,” katanya.

"(Aset-aset) atas nama orang lain," sambung dia.

Buru Aset Lain

Dia memastikan pengembangan perkara masih berjalan. Pihaknya masih memburu aset lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut agar kerugian para korban bisa dipulihkan.

“Kita tidak berhenti sampai di sini saja. Tidak berhenti hanya meminta pertanggungjawaban atas perbuatan dari tersangka, tapi kita juga berupaya semaksimal mungkin untuk membantu melakukan pemulihan kerugian korban,” tegasnya.

Salah satu aset yang punya nilai lumayan tinggi ialah sebidang tanah di Semarang. Iman berharap aset itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu memberangkatkan jemaah yang gagal berangkat ke Tanah Suci.

“Ini ada aset yang bersangkutan di Semarang, nilainya lumayan. Mudah-mudahan bisa digunakan untuk berangkatkan,” tandas Iman.A

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya