TB Hasanuddin Sebut Biaya Latihan Militer Manajer Kopdes Rp 30 Juta per Orang

Porsi terbesar anggaran justru terserap untuk kegiatan kemiliteran.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 29 Juni 2026, 19:17 WIB
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, TB Hasanuddin (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan lebih efisien apabila komponen Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) dihapus dan difokuskan sepenuhnya pada peningkatan kompetensi manajerial.

Menurut TB Hasanuddin, berdasarkan skema pelatihan selama 45 hari yang terdiri atas 30 hari latihan militer dan 15 hari pembelajaran substansi koperasi, porsi terbesar anggaran justru terserap untuk kegiatan kemiliteran.

"Berdasarkan kriteria pelatihan, untuk tujuh hari menghabiskan Rp 5 juta per peserta. Maka total kebutuhan anggaran selama 45 hari mencapai sekitar Rp 45 juta per orang. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp 15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi. Artinya, apabila latihan militer dihilangkan, negara dapat menghemat sekitar Rp 30 juta atau sekitar dua per tiga dari total biaya pelatihan setiap peserta," ujar TB Hasanuddin kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, apabila skema tersebut diterapkan kepada seluruh peserta secara nasional yang mencapai 35.476 orang, potensi penghematan anggaran dapat mencapai triliunan rupiah.

TB Hasanuddin menegaskan, tugas utama manajer koperasi adalah mengelola organisasi dan mengembangkan usaha. Karena itu, materi pelatihan seharusnya berorientasi pada kompetensi profesional, bukan latihan fisik atau kemiliteran.

"Kita membutuhkan manajer koperasi yang memiliki kemampuan mengelola bisnis, memahami tata kelola keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pelatihan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan pekerjaan mereka," tegasnya.

Ia berharap pemerintah mengevaluasi desain pelatihan agar lebih efektif, efisien, tepat sasaran, serta mampu menghasilkan pengelola koperasi yang profesional tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.

Pelatihan Calon Manajer Kopdes

Sebelumnya, pemerintah mewajibkan seluruh calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Pada gelombang pertama yang berlangsung pada 17 Juni hingga 31 Juli 2026, pelatihan ini diikuti 35.476 peserta. Mereka terdiri atas 30.000 calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya