Banjir Rob Mengintai Jakarta, Ini Wilayah yang Berisiko

BPBD DKI Jakarta mengingatkan potensi banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta dan Kepulauan Seribu hingga 3 Juli 2026.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 29 Juni 2026, 15:05 WIB
Ilustrasi Banjir rob di Pelabuhan Muara Baru. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini soal potensi banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta hingga 3 Juli 2026.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul adanya fenomena pasang maksimum air laut yang berbarengan dengan fase bulan purnama sehingga berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut secara signifikan.

"Informasi tersebut merujuk pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok. Puncak pasang maksimum terjadi pukul 19.00-00.00 WIB," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat di Jakarta, dikutip Senin (29/6/2026).

Warga yang tinggal di kawasan pesisir diminta agar waspada, terutama saat jam-jam puncak pasang air laut.

“Fenomena ini berpotensi menyebabkan banjir rob di sejumlah titik,” ucap Isnawa.

Ia menyampaikan, ada 11 kelurahan di Jakarta Utara yang berpotensi terdampak rob, yaitu Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, dan Pluit. Kemudian, Kelurahan Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, serta Tanjung Priok.

 

Kepulauan Seribu

Selain itu, seluruh wilayah di Kabupaten Kepulauan Seribu juga berpotensi diterjang rob selama beberapa ke depan.

Lebih lanjut, warga juga diimbau untuk menghindari aktivitas di area pesisir saat pasang tinggi serta memastikan sistem drainase lingkungan berfungsi dengan baik guna mencegah genangan meluas.

"Masyarakat juga dapat memantau informasi terkini melalui kanal resmi BPBD. Jika menemukan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Jakarta Siaga 112," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya