Liputan6.com, Ingushetia: Sebanyak 46 orang tewas dalam beberapa serangan yang dilakukan hampir secara serentak di beberapa lokasi di Ingushetia, perbatasan Rusia dan Chechnya, pada tengah malam waktu setempat, baru-baru ini. Sekitar seratus orang bersenjata lengkap menyerang kantor polisi, pos penjaga perbatasan, dan sejumlah kantor pemerintah di Ingushetia. Lokasi yang menjadi sasaran antara lain Kantor Kementerian Dalam Negeri. Dari 46 korban tewas, tiga di antaranya adalah pejabat setempat. Sekitar 60 orang terluka.
Pasukan Antiteroris Rusia yang datang beberapa jam kemudian tidak dapat berbuat banyak karena hampir seluruh pejuang Chechnya telah melarikan diri. Namun, dua penyerang yang masih berada di kota tersebut ditembak Pasukan Antiteroris Rusia. Militer Rusia menuduh kelompok pejuang Chechen merencanakan serangan yang melibatkan militan dari Chechnya dan Ingushetia.
Serangan tersebut terjadi ketika Rusia dan para pejabat Chechen yang didukung Rusia sedang mempersiapkan pemilihan umum pada Agustus mendatang untuk menggantikan Presiden Akhmad Khadzhi Kadyrov yang tewas dalam serangan bom bulan silam [baca: Presiden Chechnya Tewas]. Presiden Kadyrov tewas ketika menghadiri perayaan kemenangan Chechnya di sebuah stadion olah raga di Grozny.(TOZ/Uri)
Pasukan Antiteroris Rusia yang datang beberapa jam kemudian tidak dapat berbuat banyak karena hampir seluruh pejuang Chechnya telah melarikan diri. Namun, dua penyerang yang masih berada di kota tersebut ditembak Pasukan Antiteroris Rusia. Militer Rusia menuduh kelompok pejuang Chechen merencanakan serangan yang melibatkan militan dari Chechnya dan Ingushetia.
Serangan tersebut terjadi ketika Rusia dan para pejabat Chechen yang didukung Rusia sedang mempersiapkan pemilihan umum pada Agustus mendatang untuk menggantikan Presiden Akhmad Khadzhi Kadyrov yang tewas dalam serangan bom bulan silam [baca: Presiden Chechnya Tewas]. Presiden Kadyrov tewas ketika menghadiri perayaan kemenangan Chechnya di sebuah stadion olah raga di Grozny.(TOZ/Uri)