Liputan6.com, Jakarta - Tersingkirnya Skotlandia dari Piala Dunia FIFA 2026 secara dini telah memicu pengunduran diri Steve Clarke dari posisi pelatih kepala. Keputusan ini diumumkan pada 27 Juni 2026, mengakhiri tujuh tahun kepemimpinannya yang penuh catatan, dilansir dari berbagai sumber.
Skotlandia gagal melangkah ke babak gugur setelah finis di posisi ketiga Grup C, tidak termasuk dalam delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melanjutkan kompetisi. Ini menandai partisipasi pertama mereka di Piala Dunia dalam 28 tahun terakhir.
Advertisement
Ironisnya, Clarke baru saja menandatangani perpanjangan kontrak empat tahun hingga 2030 sebulan sebelum turnamen. Di bawah arahannya, Skotlandia mencatatkan sejarah dengan lolos ke Kejuaraan Eropa 2021 dan 2024, serta Piala Dunia 2026, menjadikannya pelatih nasional paling sukses.
Perjalanan Skotlandia Di Piala Dunia 2026
Skotlandia memulai kampanye Piala Dunia mereka di Grup C. Mereka berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Haiti, namun kemudian menelan kekalahan 0-1 dari Maroko dan 0-3 dari Brasil.
Dengan total tiga poin, posisi Skotlandia di babak gugur pupus setelah Kroasia mengalahkan Ghana 2-1. Hasil tersebut memastikan Skotlandia tidak dapat lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, yang secara langsung mengkonfirmasi eliminasi mereka dari turnamen.
Sebelumnya, Skotlandia berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Denmark 4-2 pada kualifikasi. Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali berlaga di panggung sepak bola terbesar dunia.
Warisan Dan Kontrak Yang Diputus
Steve Clarke mengambil alih kursi pelatih tim nasional Skotlandia pada tahun 2019. Selama tujuh tahun masa jabatannya, ia memimpin tim mencapai tiga turnamen besar berturut-turut: Kejuaraan Eropa 2021 dan 2024, serta Piala Dunia 2026. Pencapaian ini menjadikannya pelatih nasional Skotlandia yang paling sukses dalam sejarah.
Dalam surat terbuka kepada para penggemar, Clarke mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian skuad di bawah kepemimpinannya. Kepala Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (Scottish FA), Ian Maxwell, turut mengakui kontribusi Clarke yang memecahkan rekor tersebut.
Pengunduran diri ini terjadi hanya sebulan setelah Clarke menandatangani perpanjangan kontrak yang seharusnya mengikatnya hingga tahun 2030. Kontrak baru tersebut mencerminkan kepercayaan federasi terhadap kepemimpinannya sebelum kegagalan di Piala Dunia 2026.