Token Sonic Melonjak Hampir 18%, Ini Pemicunya

Sekitar 47,625 juta token Sonic diproyeksikan akan dicetak setiap tahun untuk mendanai pertumbuhan dan pengembangan jaringan.

oleh Septian DenyDiterbitkan 28 Juni 2026, 09:00 WIB
Ilustrasi Token CBDC Eswatini by AI  (liputan6.com/Elyza Binta Chabibillah)

Liputan6.com, Jakarta - Token asli (native token) milik Sonic Labs, S, melonjak sekitar 17,7% setelah perusahaan memutuskan untuk tidak menjalankan rencana inflasi token tahunan pada tahun ini.

Sonic mengungkapkan bahwa berdasarkan desain tokenomik yang berlaku saat ini, sekitar 47,625 juta token S diproyeksikan akan dicetak setiap tahun untuk mendanai pertumbuhan dan pengembangan jaringan. Alokasi pertama sebenarnya telah dijadwalkan pada 18 Juni 2025.

Namun, perusahaan menegaskan bahwa hingga tahun ini tidak ada proses pencetakan (minting) token baru yang dilakukan.

Manajemen Sonic Labs juga menyampaikan bahwa mereka tengah mengembangkan skema untuk menghapus inflasi pasokan token S secara menyeluruh. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan ekonomi token yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

Meski demikian, perusahaan mengakui masih terdapat tantangan yang harus diselesaikan, terutama terkait mekanisme pemberian insentif kepada para validator jaringan.

Validator memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan stabilitas blockchain. Oleh karena itu, Sonic Labs saat ini sedang mencari skema pendanaan baru agar para validator tetap memperoleh imbalan tanpa harus bergantung pada penerbitan token baru.

Ekosistem Sonic juga dikenal memiliki hubungan erat dengan Andre Cronje, salah satu tokoh paling berpengaruh di industri keuangan terdesentralisasi (DeFi). Cronje mendapat julukan sebagai "Bapak DeFi" berkat berbagai inovasi yang dikembangkannya dalam ekosistem decentralized finance.

 

Gejolak Harga Token FTM

Sebelumnya, Cronje juga menjadi sosok penting di balik perkembangan Fantom. Keputusannya meninggalkan proyek tersebut sempat memicu gejolak harga token FTM sebelum akhirnya kembali terlibat.

Setelah Fantom melakukan rebranding menjadi Sonic, token S sempat mengalami tekanan harga yang cukup besar. Kondisi tersebut semakin memengaruhi kepercayaan investor ketika Cronje kembali memutuskan meninggalkan proyek Sonic.

Kini, keputusan Sonic untuk menunda inflasi token dinilai menjadi salah satu upaya perusahaan memperkuat fundamental ekonomi token sekaligus mengembalikan kepercayaan pasar terhadap ekosistemnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya