Liputan6.com, Jakarta - Tim Nasional Tanjung Verde telah mencetak sejarah gemilang dalam dunia sepak bola dengan melaju ke babak 32 Besar Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian yang mengejutkan banyak pihak. Kelolosan bersejarah ini membawa mereka pada duel krusial melawan juara bertahan Argentina, yang akan menjadi panggung bagi kiper veteran Vozinha untuk berhadapan langsung dengan megabintang Lionel Messi.
Negara kepulauan kecil ini berhasil mengamankan tiket ke fase gugur setelah tampil impresif di Grup H. Mereka lolos sebagai runner-up setelah mencatatkan hasil tanpa kekalahan, termasuk menahan imbang dua tim kuat, Spanyol dan Uruguay, serta bermain seri tanpa gol melawan Arab Saudi di NRG Stadium, Houston, pada Sabtu (27/6/2026).
Advertisement
Kapten tim sekaligus kiper berusia 40 tahun, Vozinha, tidak dapat menyembunyikan kebanggaan dan kegembiraannya atas pencapaian luar biasa ini. Ia mengakui bahwa tidak ada seorang pun di timnya yang membayangkan dapat melangkah sejauh ini, meskipun mereka yakin memiliki kualitas untuk bersaing.
Antusiasme Vozinha Menjelang Duel Kontra Messi
Vozinha menyatakan bahwa menghadapi Argentina dan Lionel Messi adalah sebuah "mimpi bagi setiap pemain sepak bola." Pertandingan yang sangat dinantikan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) di Miami Stadium, Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat. Argentina sendiri telah memastikan diri lolos ke babak berikutnya sebagai juara Grup J.
Meskipun akan berhadapan dengan juara bertahan, Vozinha menegaskan bahwa Tanjung Verde tidak akan gentar. Timnya bertekad untuk tetap bermain dengan gaya menyerang yang telah mereka tunjukkan di fase grup, tidak hanya mencari hasil imbang.
"Kami memiliki tim yang hebat dan para pemain berkualitas. Sangat memuaskan bisa lolos ke fase berikutnya dan menghadapi Argentina akan menjadi hal yang sangat baik," kata Vozinha.
"Ini adalah impian bagi setiap pesepak bola untuk bermain melawan Argentina dan Lionel Messi," lanjut pria 40 tahun itu.
Perjalanan Bersejarah Tanjung Verde di Piala Dunia
Kelolosan Tanjung Verde ke babak 32 Besar menjadi lebih luar biasa mengingat status mereka sebagai negara terkecil yang pernah mencapai fase gugur Piala Dunia FIFA. Negara kepulauan ini memiliki populasi sekitar 525 ribu jiwa dan luas wilayah sekitar 4.000 kilometer persegi.
Sebelum bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi, Tanjung Verde berhasil menahan imbang Spanyol dengan skor 0-0 dan Uruguay dengan skor 2-2. Pencapaian ini membuktikan kemampuan mereka untuk bersaing di level tertinggi.
Vozinha berharap perjalanan timnya di Piala Dunia 2026 dapat menginspirasi generasi muda di Tanjung Verde. Keberhasilan ini juga menarik perhatian luas di media sosial, dengan banyak warganet mendoakan Vozinha agar mampu menahan gempuran dari Messi.