Uruguay vs Spanyol: Luis de la Fuente Akui Timnya Masih Punya Kekurangan

Luis de la Fuente memuji daya juang Spanyol setelah mengalahkan Uruguay dan menjadi juara Grup H. Ia juga mengakui timnya masih perlu berkembang.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 27 Juni 2026, 13:40 WIB
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memberikan instruksi dari tepi lapangan dalam pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 melawan Uruguay di Zapopan, dekat Guadalajara, Meksiko, Jumat (26/6/2026). (AP Photo/Ricardo Mazalan)

Liputan6.com, Jakarta - Luis de la Fuente mengapresiasi daya juang Spanyol setelah menang 1-0 atas Uruguay pada laga terakhir Grup H Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026) pagi WIB. Hasil tersebut memastikan La Roja lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup.

Gol semata wayang Alex Baena pada babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Kekalahan itu sekaligus memastikan Uruguay harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal di turnamen.

Spanyol menutup fase grup dengan catatan impresif berupa lima gol tanpa sekali pun kebobolan. Tim asuhan De la Fuente juga memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 34 pertandingan.

Meski puas dengan hasil tersebut, De la Fuente menilai timnya masih memiliki sejumlah aspek yang harus diperbaiki. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi Yeremy Pino dan Nico Williams yang mengalami cedera.


Luis de la Fuente Nilai Spanyol Masih Harus Berkembang

Selebrasi Alex Baena usai membawa Spanyol menjebol gawang Uruguay di Piala Dunia 2026 (AFP)

De la Fuente menilai kemenangan atas Uruguay diraih melalui pertandingan yang sangat menguras tenaga. Menurutnya, tekanan tinggi dari lawan membuat Spanyol kesulitan memainkan permainan terbaiknya.

Pelatih berusia 65 tahun itu menegaskan kualitas timnya belum mencapai titik maksimal. Ia ingin Spanyol meningkatkan kecepatan sirkulasi bola agar lebih efektif menghadapi lawan-lawan berikutnya.

"Kami perlu meningkatkan kecepatan operan dan ritme permainan kami. Hari ini adalah pertandingan yang sangat sulit," ujar De la Fuente.

"Hampir mustahil menyusun tiga atau empat operan beruntun. Itu yang harus kami tingkatkan. Kami harus memperbaiki cara mengalirkan bola dan menciptakan peluang dari berbagai sisi, bukan hanya dari sayap," lanjut De la Fuente.


Spanyol Tahu Cara Memenangi Pertandingan Sulit

Maxence Lacroix (26) dari Prancis membantu Joergen Strand Larsen (11) dari Norwegia berdiri setelah Prancis mengalahkan Norwegia 4-1 dalam pertandingan Grup I Piala Dunia di Foxborough, Mass., dekat Boston, Sabtu, 27 Juni 2026. (AP Photo/Steven Senne)

Spanyol memang mendominasi penguasaan bola dengan 637 operan berbanding 305 milik Uruguay. Namun, mereka hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran dari enam percobaan sepanjang pertandingan.

De la Fuente menilai kemenangan tersebut menunjukkan kematangan timnya dalam menghadapi berbagai gaya bermain lawan. Ia juga puas karena para pemain tetap tenang meski pertandingan berlangsung keras hingga batas kemampuan mereka.

"Setiap pertandingan berbeda. Setiap lawan berusaha memaksimalkan kelebihannya masing-masing," kata De la Fuente.

"Mungkin kami tidak sebrilian seperti pada kesempatan lain, tetapi itu tidak selalu mungkin terjadi. Ini pertandingan yang sangat menuntut. Kami tetap tenang dan berusaha untuk tidak terpancing provokasi," tambah De la Fuente.


Fokus ke Babak Gugur dan Kondisi Pemain Cedera

Spanyol Vs Uruguay laga pamungkas Grup H Piala Dunia 2026 di Estadio Akron, Guadalajara, Sabtu (27/6/2026) pukul 07.00 WIB. (KLY)

Pelatih Spanyol itu mengingatkan bahwa tekanan akan semakin besar ketika memasuki babak 32 besar. Ia menilai fondasi tim yang dibangun selama tiga setengah tahun menjadi modal penting menghadapi fase gugur.

"Saya sangat senang dengan hasil ini. Saya pikir skuad ini telah bekerja dengan luar biasa dan pantas mendapat banyak pujian. Itulah sebabnya kami finis sebagai juara grup," ucap De la Fuente.

De la Fuente juga mengungkapkan kabar yang kurang menyenangkan terkait kondisi Yeremy Pino dan Nico Williams. Pino mengalami masalah pada bahunya, sedangkan Williams dibekap cedera otot.

"Kami akan mengetahui kondisi Nico besok karena dia masih merasakan sakit. Cedera Yeremy cukup serius. Kami khawatir dia tidak akan bisa bermain lagi di turnamen ini," tutup De la Fuente.


Persaingan Sengit di Piala Dunia 2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya